11 Orang PT Timah Diperiksa, Polisi Dibikin Bingung Soal Status Penambang

BANGKA SELATAN, FAKTABERITA – Satuan Reserse Kriminal Polres Bangka Selatan kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi atas kasus lakatambang yang menyebabkan 2 korban jiwa di IUP PT Timah, Toboali belum lama ini.

Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Chandra Satria Adi Pradana mengungkapkan, dalam kasus lakatambang tersebut, pihaknya sampai saat ini telah memeriksa 15 saksi.

“Yang kita panggil untuk dimintai keterangan semua total ada 15 saksi, 4 dari internal PT Timah dan 11 pekerja tambang pada saat kejadian,” sebut AKP Chandra, pada Rabu (25/1/2023).

Untuk 11 saksi yang diperiksa kemarin, Selasa (24/1/2023), pihaknya sempat kebingungan lantaran status pekerja tambang tersebut digaji harian.

“Para pekerja tambang di IUP PT Timah yang kita periksa mengakui digaji perhari, namun gaji dibayar setiap minggu. Jadi kami bingung status pekerja di IUP PT Timah itu pekerja harian lepas, kontrak atau karyawan,” katanya.

Hingga demikian, Sat Reskrim Polres Basel akan memanggil pejabat atau Divisi perusahaan “plat merah” yang membidangi perekrutan karyawan untuk mengklarifikasi perihal tersebut.

“Besok, Kamis (26/1/2023) kami akan memanggil pejabat divisi yang membidangi itu agar kita bisa menemui titik terang dalam pengungkapan kasus lakatambang ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, Sat Reskrim Polres Basel terus melakukan penyelidikan atas lakatambang yang menyebabkan 2 korban jiwa tertimpa tanah beberapa pekan lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *