48 Pemdes se-Basel Ikut Bimtek, Bupati Riza Ingin Kompetensi Kades dan Perangkat Desa Meningkat

  • Whatsapp

JAKARTA, FABERTA – Bupati Kabupaten Bangka Selatan, H. Riza Herdavid mengharapkan Bimtek Bakernas yang diikuti oleh 48 Pemdes se-Basel mampu meningkatkan kompetensi kepala desa (kades) dan perangkat desa agar program pembangunan daerah bisa berjalan secara optimal.

“Saya harapkan bahwa Bimtek kali ini mampu meningkatkan kompetensi para kepala desa maupun perangkatnya ke depan. Sehingga pembangunan di daerah bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Oleh karena itu, Mari kita semua mengoptimalkan ilmu yang diberikan selama bimtek ini,” kata Riza.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Bupati Riza Herdavid saat membuka kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek) Bina Analisis Kebijakan Regulasi Nasional (Bakernas) tentang manajemen pelayanan publik dan tata cara penganggaran penatausahaan, serta pertanggungjawaban belanja terkait penanganan Covid-19 bagi aparatur pemerintah desa, Kamis (1/4/2021) kemarin, di Hotel Luminor, Jakarta.

kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek) Bina Analisis Kebijakan Regulasi Nasional (Bakernas) tentang manajemen pelayanan publik dan tata cara penganggaran penatausahaan, serta pertanggungjawaban belanja terkait penanganan Covid-19 bagi aparatur pemerintah desa yang akan berlangsung mulai Kamis hingga Minggu (1-4/04/2021), di Hotel Luminor, Jakarta.

Orang nomor satu di Basel itu juga berharap agar ke depan sinergisitas antar Pemkab, Forkopimda dan aparatur desa bisa terjalin dengan baik.

“Saya mau bekerjasama dengan baik dengan seluruh tim Forkompinda, kepala desa dan perangkat desa agar pembangunan bisa selaras yang diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,” tutur Riza.

Selain itu, Bupati Riza juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) maupun Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) bisa berperan dalam mengawasi dan membina kades, perangkat desa dan pegawai ASN.

Hal itu kata Riza, agar setiap kebijakan ataupun program yang dijalankan tidak bertentangan dengan aturan serta tidak melanggar hukum.

“Ada beberapa kejadian yang berurusan dengan hukum sehingga harus berurusan dengan hukum. Saya pikir titik awal masalah dan salahnya itu bukan di kepala desa dan pegawai ASN yaitu di kami selaku kepala daerah yang mempunyai Inspektorat di lingkungan kedinasannya,” ucap Riza.

“Jadi sebetulnya itu adalah tanggungjawab saya ketika pegawai ASN, kepala desa dan termasuk perangkat desa bermasalah dengan hukum,” sambungnya.

Adapun kegiatan Bimtek kali ini akan dilaksanakan selama 4 hari ke depan (Kamis-Minggu) dengan menghadiri narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Kepolisian Basel.

Turut dihadiri Ketua DPRD Basel, Erwin Asmadi, Kapolres, AKBP Agus Siswanto, Perwira Penghubung (Pabung), Letkol Infantri Saldifa, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Basel, Zulkarnain Harahap dan Kasi Intelijen, Dody Prihatman Purba, Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa, Herman, serta Ketua Tim PKK Basel, Elizia Herdavid.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *