89 Pedagang Meninggal Positif Covid-19, Pemerintah Diminta Perketat Prokes

  • Whatsapp
Ilustrasi: Rais/Faberta

JAKARTA, FABERTA — Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mendesak pemerintah untuk segera meningkatkan fasilitas guna penerapan protokol kesehatan, khususnya di lingkungan pasar tradisional.

Pasalnya, sejak merebaknya pandemi Covid-19 hingga saat ini sudah terdapat 89 orang pedagang yang meninggal positif terpapar virus tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Bidang Asuransi dan Kesehatan Pedagang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikappi Mahin Aufa mengatakan, berdasarkan catatannya hingga 23 Juni 2021 total pedagang yang dinyatakan positif di seluruh Indonesia menjadi 1.934 terjadi di 321 pasar dan kasus meninggal kurang lebih sekitar 89 kasus. Sedangkan penambahan di hari tersebut terdapat 153 kasus baru yang ada di 28 pasar dan kasus meninggal sekitar 19 orang.

“Kami minta kepada pemerintah daerah untuk memperkuat protokol kesehatan kepada pedagang pasar juga dan kami memohon serta berharap agar terus menjaga kesehatan, menjaga jarak tetap pakai masker. Tempat pencuci tangan juga diaktifkan kembali, protokol kesehatan dilakukan secara disiplin dan terus menjalankan apa yang menjadi tahapan-tahapan agar terhindar dari Covid-19,” kata Mahin melalui keterangannya, Kamis 24 Juni 2021.

Menurut dia, dengan melonjaknya kasus penyebaran Covid-19 di Tanah Air membuat pemeringtah terpaksa harus menarik rem darurat. Hal ini berdampak pada pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Mahin pun memberikan beberapa catatan khusus mengenai penerapan kebijakan tersebut. Pertama yakni PPKM tidak mempengaruhi distribusi pangan karena bagaimanapun juga persoalan pangan menjadi persoalan yang dominan persoalan yang sensitif persoalan yang sangat dibutuhkan.

“Maka kami meminta distribusi pangan untuk tidak terganggu agar tidak berimbas pada gejolak harga,” kata dia.

Kedua, lanjut Mahin, kebijekan itu tidak boleh mengganggu roda ekonomi di daerah, terhadap pemerintah daerah tidak menutup pasar karena ini adalah tulang punggung ekonomi daerah. Selain itu, pasar juga menjadi tempat distribusi pangan di daerah agar pangan tidak terganggu, maka pasar tetap beroperasi tetapi menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

“Yang ketiga kami meminta kepada pemerintah untuk mencari formulasi dalam hal ini kementerian terkait seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan dan yang lain untuk menentukan formulasi yang tepat agar kebijakan PPKM ini tidak menyulitkan pedagang pasar. Kami memohon agar ini segera dirumuskan dan segera diimplementasikan di masing-masing daerah,” ujar Mahin.

Dia menambahkan, untuk mencegah pasar menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, pemerintah harus mempercepat program vaksinasi di pasar tradisional. Ikappi pun akan membantu pemerintah dengan memperkuat data pasar dan pedagang agar vaksinasi dapat berjalan dengan baik.

“Kami berharap agar kebijakan ini bisa menjaga dan mengurangi laju pertumbuhan atau penyebaran Covid-19 di Indonesia dan semoga pasar tradisional tetap terjaga kita semua, pedagang dan pembeli agar menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *