OPINI, FAKTABERITA — Seperti yang kita ketahui bahwasanya kasus COVID-19 di Indonesia sudah turun sangat drastis, bahkan mencapai 99 persen yang mana sebelumnya virus ini menggerogoti seisi dunia selama kurang lebih dua tahun terakhir. Awalnya virus ini pertama kali teridentifikasi dari negeri Wuhan, Cina hingga akhirnya meluas ke seluruh pelosok dunia.
Virus ini dianggap remeh oleh sebagian pihak karena beberapa dari mereka beranggapan bahwa virus ini tidak berbahaya dan mustahil akan merenggut nyawa.
Faktanya lebih dari ribuan bahkan jutaan nyawa melayang akibat adanya virus mematikan ini. Korbannya pun tak memandang dari segi apapun,usia muda sampai usia tua. Mulai dari anak-anak, remaja, lansia, bahkan bayi yang masih didalam kandungan sekalipun masih bisa terpapar virus ganas ini.
Banyak dari kita yang telah kehilangan orang tersayang. Selain banyak merenggut nyawa, virus ini juga mendorong perubahan dalam skala besar baik bagi masyarakat, negara maupun terhadap globalisasi dunia.
Yang paling kita rasakan ialah telah menjadi suatu kebiasaan yang lazim menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sebagian orang beranggapan dan merasa kalau tidak menggunakan masker akan terasa aneh.
Mau tidak mau masyarakat harus menerima dan beradaptasi dengan kebiasaan ini mulai dari sekarang, baik pemakaian masker, menjaga jarak, mencuci tangan sebelum atau sesudah beraktivitas serta berbagai protokol kesehatan lainnya yang sudah ditekuni sejak lama.
Tentunya, beberapa hal tadi juga sebelumnya dilakukan demi memutuskan mata rantai COVID-19 serta mencegah penyebaran virus ini lebih luas lagi. Berselang dua tahun, akhirnya kita sampai di titik akhir perjuangan melawan virus ini, di mana beberapa penelitian mengatakan bahwa sekarang virus COVID-19 sudah mulai melemah dan mengurang di beberapa dunia. Beberapa negara juga sudah melonggarkan bahkan mencabut kewajiban dalam mematuhi protokol kesehatan.



















