BANGKA, FAKTA BERITA — Sejumlah perwakilan alumni pengurus organisasi dan penghuni asrama Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Bangka (ISBA) dari berbagai lintas angkatan audiensi bersama PJ Bupati Kabupaten Bangka. Selasa (4/2/2025).
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab Bangka) diduga telah melakukan upaya paksa pengosongan dan peralihan fungsi asrama ISBA Yogyakarta.
Menanggapi hal itu, sejumlah alumni melakukan pernyataan sikap dengan meminta klarifikasi Pemkab Bangka terkait pengosongan asrama ISBA Yogyakarta, dugaan pungli dan juga intervensi yang dilakukan Pemkab Bangka selama ini.
Ketua Aliansi Reformasi Masyarakat Bangka (Armaba) Moris Purnama, mengatakan Armaba adalah wadah berhimpun dan perjuangan yang notabene merupakan alumni pengurus dan penghuni asrama ISBA Yogyakarta lintas angkatan.
“Berdasarkan hasil diskusi diputuskan audiensi, kami merasa bahwa ini dipandang perlu untuk menyikapi dan meluruskan stigma dan masifnya penggiringan opini yang dilakukan oknum-oknum yang berusaha mengkerdilkan dan mengintervensi asrama dan pengurus ISBA Yogyakarta,”
Pernyataan sikap ini dilakukan, setelah mahasiswa yang tinggal di asrama ISBA Yogyakarta melayangkan petisi sebagai bentuk protes kepada Pemkab Bangka, DPRD Bangka serta tim 12 yang ditunjuk mengelola asrama ISBA Yogyakarta.
Dalam diktum petisi tersebut terungkap jelas, adanya dugaan praktik pungli terhadap pengelolaan rumah singgah yang berada di dalam asrama.
Merespons hal itu, Moris Purnama bersama rekan alumni lain melakukan pertemuan tertutup dengan PJ Bupati Bangka, Isnaini, guna membahas dan mengambil langkah kongkrit.
“Setelah kami lakukan pendalaman dan meminta keterangan dari adik-adik kita, mereka angkat suara perihal yang sebenarnya terjadi. Dihadapan PJ Bupati Bangka telah kami sampaikan dan jelaskan berdasarkan data dan fakta yang ada,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Moris mengingatkan pihak-pihak yang tidak pernah menjadi penghuni asrama dan pengurus ISBA Yogyakarta, untuk tidak sembarangan berbicara, fitnah, bohong apalagi memutarbalikkan fakta.
“Hati kecil kami terpanggil untuk memperjuangkan marwah, hak penghuni asrama dan pengurus ISBA Yogyakarta yang terkesan dikerdilkan secara perlahan. Oknum yang berpura-pura mengaku alumni jangan menggiring opini yang menyesatkan,” tegasnya.
Selain itu, Moris Purnama menerangkan, adanya tim 12 yang ditunjuk Pemkab Bangka seakan-akan telah melampaui batas kewenangan dan menimbulkan konflik permasalahan. Sehingga ia mendesak agar tim 12 dibubarkan sebagai biang permasalahan, bahkan juga ditemukan adanya dugaan pungli rumah singgah yang dikelola saat ini.



















