Apa Beda Sektor Esensial dan Kritikal dalam PPKM Level 4? Ini Penjelasan Lengkapnya

  • Whatsapp
Ilustrsi/foto: Faberta

BANGKA BELITUNG, — Tatanan kerja di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 diperketat tak terkecuali di Bangka Belitung. Tak semua perusahaan boleh beroperasional secara penuh di kantor. Sebagian diizinkan Work From Office (WFO) juga tak sedikit yang Work From Home (WFH) bahkan hingga 100 persen.

Istilah perusahaan sektor non-esensial, esensial dan kritikal pun muncul dalam pelaksanaan PPKM level 4 maupun sebelum berganti nama dari PPKM Darurat.

Bacaan Lainnya

Namun, apa bedanya sektor non-esensial, esensial dan kritikal? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini yang dikutip Faktaberita.co.id, Senin (26/7/2021) dari berbagai sumber.

Adapun sektor kritikal meliputi bidang usaha berikut:

  • Energi
  • Kesehatan
  • Keamanan
  • Logistik dan transportasi
  • Industri makanan dan minuman serta penunjangnya
  • Petrokimia
  • Semen
  • Objek vital nasional
  • Penanganan bencana
  • Proyek strategis nasional
  • Konstruksi
  • Utilitas dasar (listrik dan air)
  • Industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari

Lalu Sektor Esensial dan Non Esensial?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), esensial berarti mendasar atau hakiki. Sedangkan sektor merupakan lingkungan usaha.

Maka bisa disimpulkan jika sektor esensial merupakan lingkungan usaha yang sifatnya mendasar atau hakiki. Sedangkan sektor non esensial adalah lingkungan usaha yang sifatnya tidak mendasar. Mendasar dalam hal ini artinya bersifat pokok, penting atau harus ada.

Berikut contoh bidang perusahaan di sektor esensial:

  • Keuangan dan perbankan
  • Pasar modal
  • Sistem pembayaran
  • Teknologi informasi dan komunikasi
  • Perhotelan non-penanganan karantina COVID-19
  • Industri orientasi ekspor

Sedangkan, sektor non-esensial merupakan perusahaan yang tak tercakup dalam sektor kritikal dan esensial. Misalnya saja perusahaan penjual properti, rekreasi maupun hiburan.

Nah, jadi itulah perbedaan sektor esensial, non esensial dan kritikal beserta contohnya yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat ya!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *