Bangka Barat Bergeser dari Zona Merah ke Oranye, Satgas Ingatkan Tak Terlena

  • Whatsapp
Jubir Satgas Covid-19 Babar, Putra Kusuma. (Ist)

BANGKA BARAT, FABERTA — Risiko penularan covid-19 di Kabupaten Bangka Barat mengalami perbaikan satu level.

Sebelumnya Bangka Barat masuk zona merah yang artinya memiliki risiko penularan virus tinggi.

Bacaan Lainnya

Tapi, kini status risiko penularan di Bangka Barat bergeser ke zona oranye alias risiko penularan Covid-19 tergolong sedang.

Meski mengalami perbaikan satu level, Satgas Penanganan Covid-19 setempat mengingatkan seluruh elemen masyarakat tak terlena dan tetap disiplin menerapkan prokes yang dianjurkan demi keselamatan bersama.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma menegaskan, perkembangan kasus Covid – 19 di Bangka Barat secara kumulatif selama satu minggu belakangan memang tidak menunjukkan kenaikan signifikan bahkan cenderung menurun dari minggu sebelumnya.

“Pada minggu pertama Mei
yaitu sebanyak 221 kasus ( 13, 9 % ) dari kasus kumulatif. Pada minggu kedua bulan Mei ini berjumlah 81 kasus atau 5,12 % dari kasus kumulatif yang ada pada saat ini,” kata Putra di Muntok, Senin (17/5).

Menurut Putra, kecenderungan data yang menurun bisa saja dikarenakan faktor libur selama hari raya lebaran dan tidak berjalannya testing secara maksimal.

Dia bilang testing dan tracking tetap menjadi hal mutlak yang harus diperkuat untuk mengidentifikasi kasus agar dapat diketahui besarnya resiko yang ada dan pengendalian yang lebih tepat sasaran.

Saat ini Satgas Covid – 19 sedang membangun dan memperkuat sistem penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di berbagai level struktur organisasi daerah baik dari kabupaten sampai level Rukun Tetangga (RT).

Putra menambahkan, sistem yang terbangun nantinya akan secara masif memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pelibatan lintas sektor di semua level.

Putra lantas memastikan saat ini Satgas Covid-19 Bangka Barat juga sedang bersiap menghadapi lonjakan kasus Corona pasca hari raya Idul Fitri.

Dia berharap di tahun ini tidak mengulang peningkatan kasus signifikan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya, dengan peningkatan 93 persen dan kematian di 66 persen wilayah Indonesia.

“Hingga kini Satgas belum menemukan indikasi klaster pasca hari raya dan diharapkan tidak terjadi. Pandemi ini tidak akan berhenti tanpa kerja sama semua pihak. Mari bersama mengambil porsi masing – masing dalam pengendalian Covid – 19,” ujar Putra. (Fth)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *