FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Laju inflasi di Kabupaten Bangka Barat pada April 2026 tercatat paling tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan angka 2,29 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), dipicu kenaikan harga BBM non subsidi dan komoditas plastik, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, Senin (4/5/2026).
Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi Bangka Barat juga tergolong tinggi dengan angka 0,42 persen, menempatkannya di posisi kedua se-Babel setelah Tanjung Pandan.
Jika dibandingkan daerah lain, angka inflasi Bangka Barat berada jauh di atas Pangkalpinang yang hanya 0,79 persen, Tanjung Pandan 1,35 persen, serta Belitung Timur 2,01 persen secara tahunan.
Kenaikan inflasi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor utama, di antaranya lonjakan harga BBM non subsidi sejak 18 April 2026, seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang mengalami kenaikan signifikan, serta kenaikan harga plastik yang terdampak kondisi global.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga turut memberi tekanan terhadap harga barang, terutama produk impor. Penyesuaian harga LPG non subsidi juga menjadi faktor tambahan yang memengaruhi pergerakan inflasi.



















