NASIONAL, FABERTA — Bank Indonesia (BI) membuka peluang bakal menaikkan suku bunga acuan pada akhir tahun 2022. Upaya itu sebagai bentuk kebijakan yang akan difokuskan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kenaikan suku bunga kemungkinan baru kami lakukan di penghujung akhir tahun depan,” Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja (Raker) bersama dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (30/8/2021).
Menurutnya, suku bunga kebijakan sudah diturunkan enam kali sejak tahun 2020 sebesar 150 basis poin menjadi 3,50 persen atau terendah dalam sejarah. Sedangkan di tahun depan kebijakan-kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar, serta inklusi keuangan tetap akan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, kata Perry, BI juga akan mengkalibrasi kembali kebijakan moneter dengan terus melakukan stabilisasi terhadap nilai tukar rupiah.
Rencananya, pada tahun depan, BI akan mengurangi likuiditas yang saat ini sangat longgar dengan berusaha tidak berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit.



















