Banyak Pasar Terbakar, IKAPPI Desak Pemerintah Perkuat Regulasi

  • Whatsapp
Ilustrasi/istimewa

NASIONAL, FABERTA – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mendesak pemerintah untuk melakukan program-program penguatan atau perbaikan ekstalasi listrik dan pelatihan guna mengantisipasi kebakaran di pasar. Sebab, hingga saat ini pasar tradisional masih sering terjadi kebakaran pada kios-kios pedagang.

“Seluruh pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan untuk menguatkan regulasi agar kebakaran dapat dihindari,” kata Ketua Bidang Keamanan dan Kebakaran Pasar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikappi Antoni Adje melalui keterangannya, Sabtu 26 Juni 2021.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Ikappi, dalam kurung waktu 2021 terdapat 78 kasus kebakaran pasar yang ada di seluruh Indonesia. Perinciannya yakni:

1. Januari terdeteksi ada 9 kasus tertinggi berada di Pamanukan Kabupaten Subang, Jawa Barat terdapat 250 ruko kios hangus.

2. Februari terdapat 11 pasar terbakar dan yang menyedihkan di Pasar Citra Mas Loktuan Bontang Kalimantan Timur dinyatakan 500 kios terbakar 1 orang meninggal dunia.

3. Maret terdapat 12 kasus kebakaran tertinggi terdapat di Kabupaten Banjarnegara sekitar 1.610 kios ludes. Selain itu, ada juga di pasar campur datar di Tulung Agung, Jawa Timur terdapat 372 los dan 3 kios hangus.

4. April terdapat 17 pasar terbakar tertinggi ada DKI Jakarrta tepatnya di Pasar Minggu Blok C pada tanggal 12 April 2021 terdapat 388 kios ludes terbakar.

5. Mei terdapat 17 pasar hangus terbakar tertinggi ada di Pasar Simpol Kabupaten Luwuk Banggai Sulawesi Tengah pada 13 Mei dengan jumlah 200 los 66 ruko terbakar ludes.

6. Juni ini terdapat 12 pasar dan tertinggi terjadi di Pasar Impres Kota Pinang Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara. tanggal 7 juni 2021 membakar 296 kios dan di Provindi Bali tepatnya di Pasar Blahbatu, Gianyar. pada tanggal 15 juni 2021 yang lalu terdapat 602 kios hangus terbakar. Sedangkan yang baru saja terjadi tanggal 20 juni 2021 di Pasar Leles, Kabupaten Garut Jawa Barat terdapat 412 kios terbakar maka total secara keseluruhan 78 kios.

Menurut Anton, dengan maraknya kebakaran yang terjadi semakin menyulitnya kondisi pedagang. Sebab, selama merebaknya pandemi Covid-19 yang memukul daya beli masyarakat membuat penjualan menurun.

Untuk mengatisipasi terjadinya kebakaran, kata Antoni, pihaknya tengah merancang program yang nantinya akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya kebaran lanjutan di pasar tradisional.

“Di masa krisis pandemi Covid-19, ekonomi sedang turun maka kita hindari musibah kebakaran yang ada di pasar-pasar seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Faberta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *