Baru Tiga Pekan Menjabat Banjir Rendam Pemukiman Warga, Ini Respon Wabup Babar

  • Whatsapp

MUNTOK, FABERTA — Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming angkat suara terkait persoalan banjir yang kembali menggenangi sejumlah rumah warga di Kampung Ulu, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Selasa (18/5/2021).

Politikus PKS itu menyampaikan Pemkab Bangka Barat akan melakukan upaya terbaik agar banjir yang hampir pasti terjadi setiap turun hujan dengan intensitas tinggi di Kota Muntok dan sekitarnya bisa diatasi.

“Kita baru memimpin lebih kurang 14 hari sudah terjadi banjir. Kita harap hujan dalam intensitas tinggi segera berhenti sebelum air laut pasang sebab kalau laut pasang dalam keadaan hujan dengan intensitas tinggi tentu banjir akan menggenangi Kampung Ulu,” kata Ming Ming saat memantau kondisi banjir di Kampung Ulu dan Kampung Culong Muntok, siang tadi.

Ming Ming memastikan sebagai langkah antisipasi banjir, pihak Pemkab selalu bersiaga dengan menurunkan tim baik dari Tagana, Satpol PP, Dinsos, PT Timah maupun dari Polres dan Kodim untuk mengevakuasi warga agar selamat dan barang-barang tidak rusak jika memang terjadi luapan banjir.

“Selain itu, insyaallah kita akan mengejar percepatan penyelesaian kolam retensi yang sedang dikerjakan Pemprov Bangka Belitung di jalan kejaksaan, Muntok,” kata dia.

Ming Ming juga menyoroti praktik tambang ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Menumbing sebagai salah satu penyebab banjir di daerah itu.

“Kita harap banjir tidak terus terjadi dan salah satu objek penting yang harus kita jaga adalah Menumbing supaya tidak rusak. Sebab kalau Menumbing rusak, tidak ada lagi penahan air,” ujar dia.

Kasat Pol PP dan PB Bangka Barat, Sidarta Gautama yang turut serta meninjau lokasi banjir di Kampung Ulu menilai, selain curah hujan tinggi, penyebab banjir lainnya yakni air laut pasang dan kerusakan alam di Bukit Menumbing akibat penambangan liar.

”Karena suplai air dari Menumbing itu cukup deras. Kemarin kawan – kawan media juga tahu, kita sudah tangkap dua orang (penambang) dan kita masih kembangkan dan kita masih menelusuri pada sisi yang lain,” kata Sidarta. (Fth)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *