Beban Jasa Sewa Alat Berat Ditanggung Richard Chandra, Bukan Dari PT SMP

PANGKALPINANG, FAKTABERITA — Jaksa Penuntut Umum kembali menghadirkan dua orang saksi dalam kasus dugaan penggelapan yang diduga dilakukan Richard Chandra di PT SMP.

Dua orang saksi yang dihadirkan antara lain Yessi Wijaya dan Zulniato. Yessi memberikan kesaksian secara langsung di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, sedangkan Zulniato secara virtual, Rabu (2/8/23).

Yessi mengatakan kapasitas dirinya dalam perkara itu sebatas pemilik rental alat berat yang dipakai Richard mengangkut Clay atau tanah liat.

Biasanya uang jasa alat sewa tersebut di tagih tiap satu bulan sekali antara tanggal 5 dan tanggal 6. Sementara pembayaran dilakukan Richard melalui via transfer.

“Kenal dengan pak Richard sejak 2019 sampai 2021, hubungannya kami sebagai penyewa alat berat, tagihannya setiap bulan dilakukan pak Richard langsung secara via transfer,” tutur Yessi

Sementara Wahyu Pamungkas Nugraha kuasa hukum Richard, mengatakan kaitan kliennya dengan Yessi hanya sebatas mitra kerja dalam hal jasa sewa alat berat.

Dan pembayaran sewa alat berat itu dilakukan oleh kliennya bukan pihak PT SMP.

“Kalau saksi Yessy tadi terkait penyewaan alat berat itu dilakukan oleh Pak Candra selaku Direktur PT SMP, dan juga pembayarannya dilakukan oleh pak Ricard Candra bukan dari PT SMP,” kata Wahyu usai persidangan.

Saksi kedua Zulnianto, menerangkan soal administrasi pengiriman barang komoditi yaitu clay (tanah liat). Dan hal tersebut diketahui komisaris utama.

“Karena pengiriman itu dilakukan pada 2019 sampai 2021, Bu Liana itu mengkonfirmasi kepada saudara Anto (Zulnianto) saksi hari ini terkait tongkang datang dan tongkang berangkat dan surat SIB, asal usul barang, PBM, Surveyor itu dilakukan oleh saudara Anto dan dilaporkan kepada saksi Lianayanti yang merupakan komisaris di PT SMP,” jelasnya.

Bakal Hadirkan Tiga Saksi Fakta
Kuasa Hukum Richard bakal menghadirkan tiga orang saksi fakta. Mereka dijadwalkan akan hadir tanggal 9 Agustus 2023 minggu depan.

“Untuk saksi fakta dari PH ada 3 ,akan dihadirkan pada tanggal 9 dan dua ahli satu ahli perdata dalam hal Dr. Agushatori SH ,MH dari Universitas Pakuan Bogor dan ahli pidana Prof. Nandang Sambas SH,MH dari Universitas Islam Bandung itu saksi kita dari tanggal 9 dan 10,” tutup Wahyu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *