Berkah Mart Bangkrut, Pendistribusian Barang Dinilai Asal-asalan

  • Whatsapp
Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa, Hardadi.

BABEL, FABERTA — DPMD Provinsi Kep. Bangka Belitung membeberkan alasan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mart bangkrut sehingga terpaksa tutup di sejumlah desa se Bangka Belitung. Salah satunya disebabkan oleh SDM dan pendistribusian barang yang tidak tepat.

“Faktor SDM dan distribusi barang yang masih kurang dalam hal ini distribusi. Masih banyak dari pihak desa yang kurang tepat dalam memilih distributor, sehingga harga jual barang cenderung tinggi,” ungkap Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa, Hardadi, Rabu (16/6).

Bacaan Lainnya

Dia menilai, seharusnya keberadaan Bumdes (Berkah Mart) dapat memberikan manfaat bagi masyarakat karena menjadi distributor pangan tingkat desa yang mampu meningkatkan ekonomi serta pendapatan desa.

“Maksud dari program ini kami harapkan bisa menjadi distributor tingkat desa, sehingga harga pangan dan bahan rumah tangga bisa lebih murah,” jelasnya.

Hardadi melanjutkan, pihaknya akan terus mengkaji dan mengevaluasi program Bumdes ini, dan mengajak pihak Pemdes untuk segera mengaudit segala permasalahan dari program Bumdes ini.

“Pihak kami sedang mengevaluasi hal ini terkait permasalahan yang terjadi, dan kami berharap dari pihak pemdes bisa mengaudit masalah yang ada di lapangan dan kita cari solusinya,” kata Hardadi.

Perlu diketahui, program Bumdes ini sudah berlangsung sejak 2018, sebanyak 213 dari 309 desa menerima bantuan, masing-masing desa menerima bantuan dari Pemprov sebesar 100 juta. (Januar/Faberta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *