Berkat Progam IISMA, Mahasiswa UBB Ini Timba Ilmu ke Jerman

PANGKALPINANG, FAKTABERITA — Melalui Program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA), Rafif, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung (UBB) akan berangkat ke Jerman, pada Agustus ini.

Pria asal Kota Pangkalpinang berusia 19 tahun tersebut mendapatkan kesempatan dari adanya implementasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbudristek yaitu IISMA.

Program IISMA bertujuan untuk memberikan hak dan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia mengembangkan kompetensi dan pengetahuan, serta memberikan pengalaman studi di perguruan tinggi luar negeri.

Dalam program IISMA ini, mahasiswa dapat menempuh pembelajaran di perguruan tinggi di luar negeri yang menjadi mitra Kemendikbudristek RI selama satu semester yang dapat disetarakan hingga 20 SKS.

Afif mengungkapkan, Alasannya memilih program IISMA karena program tersebut merupakan salah satu program MBKM yang terbuka yang bisa diakses di semester 4. Selain itu, dirinya Juga ingin memanfaatkan ilmu bahasa inggris yang sudah dipelajari selama ini.

“Tentunya ini merupakan suatu program yang bagus bagi mahasiswa seperti saya dalam menerapkan keilmuan yang sudah saya peroleh selama menempuh pendidikan di UBB,” ujarnya (4/8/2022).

Sedangkan, mengapa Jerman menjadi tujuannya, karena dirinya tertarik untuk mempelajari sejarah dan budaya di negara tersebut.

“Setiap peserta IISMA wajib memilih dua negara tujuan dan akan dipilihkan salah satu oleh panitia jika lolos seleksi. Saya memilih Jerman sebagai salah satunya dikarenakan program belajar yang mereka tawarkan berkaitan erat dengan sejarah dan budaya sehingga saya dengan senang hati mengambilnya,” ungkap Rafif.

Saat mengikuti podcast, Afif juga menerangkan dalam mengikuti program IISMA ini tentunya ada proses seleksi yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa untuk dapat berangkat ke negara pilihannya.

“Proses pendaftaran dilakukan pertama oleh seleksi tingkat kampus yang diselenggarakan oleh BAKK dan UPT Bahasa Universitas Bangka Belitung melalui tes TOEFL. Sedangkan dua seleksi selanjutnya dilakukan oleh panitia IISMA yaitu seleksi dokumen dan yang terakhir seleksi wawancara,” tuturnya.

Dirinya berharap setelah mengikuti program MBKM ini, ilmu yang didapatkan disana dapat diterapkan di Indonesia, terutama Bangka Belitung. Selain itu, Afif juga memberikan tips kepada teman mahasiswa jika ingin mengikuti program ini.

”Tips yang saya bisa berikan adalah untuk mempersiapkan mental dan fisik untuk melakukan administrasi yang berbelit-belit dan panjang,” tutupnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.