Biaya Logistik di Indonesia 11 Persen Lebih Mahal dari Dunia, Kok Bisa?

  • Whatsapp
Ilustrasi/ist (Shuterstock)

NASIONAL, FABERTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan biaya angkut logistik di Indonesia lebih mahal 11 persen dibandingkan rata-rata dunia. Hal ini disebabkan oleh buruknya sarana infrastruktur yang ada di Tanah Air.

Dari pemaparan mantan bos Inter Milan itu, biaya kirim di barang di Indonesia sebesar 24 persen. Sedangkan rata-rata dunia hanya 13 persen.

Bacaan Lainnya

“Infrastruktur apa yang diperlukan? Tadi yang disampaikan apakah yang namanya pembangunan daripada tol supaya ini bisa transportasi barang dipercepat itu salah satunya,” kata Erick dalam dialog daring di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Menurut dia, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pemerintah memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada perusahaan kontruksi pelat merah. Meskipun sempat menjadi sorotan lantaran dilakukan di saat merebaknya pandemi Covid-19, namun ia optimistis upaya ini dapat berdampak baik setelah wabah dapat ditangani dan ekonomi kembali pulih secara normal.

Tak hanya itu, Erick juga membeberkan pentingnya penyaluran PMN yang baru-baru ini dilakukannya. Alokasi anggaran yang mencapai Rp72 triliun digunakan untuk berbagai program seperti listrik masuk desa, pembangunan perumahan rakyat dan restrukturisasi perusahaan asuransi milik negara yang terjerat utang.

Dia juga mengatakan, upaya PMN sebagai bentuk keadilan bagi semua masyarakat khususnya warga yang belum memiliki rumah dan warga desa yang belum mendapatkan listrik. Sementara itu, untuk restrukturisasi perusahaan asuransi diperlukan karena industri asuransi di masa depan sangat penting dan menjadi faktor fundamental dalam keberlangsungan hidup semua orang.

“Lalu kalau dikaitkan tidak ada hubungan dengan Covid-19, ya saya melihat ini kan pasca Covid-19 harus disiapkan juga,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *