Biaya Mahal, Bahlil Minta Pengerjaan Proyek Bandara Siboru di Papua Dipercepat

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Setkab/ist)

NASIONAL, FABERTA — Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia membeberkan mahalnya pembangunan bandara di Provinsi Papua. Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan pemerintah membangun satu unit bandara di Papua sama dengan dua unit bandara di Jawa.

Bahlil pun mendesak semua pihak agar segera merampungkan semua proyek bandara yang tengah digarap di Bumi Cenderawasih. Tujuannya agar biaya pembangunan tidak semakin membengkak.

“Ini anggarannya tidak main-main, membangun 1 bandara di Papua sama dengan 2 bandara di Pulau Jawa. Jadi jangan sampai kita mengecewakan yang sudah susah payah memperjuangkan pembangunan bandara,” kata Bahlil melalui keterangannya, Sabtu (25/9/2021).

Menurutnya, salah satu bandara yang tengah dibangun yakni Bandara Siboru di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Konstruksi bandara ini telah dimulai sejak tahun 2011 dan diproyeksikan akan rampung pada tahun 2022.

Tak hanya itu, dijadwalkan pemerintah juga akan membangun akses jalan yang lebih baik di wilayah tersebut. Bahlil mengharapkan dapat tercipta pembangunan kota baru melalui pembangunan akses jalan sebagai infrastruktur pendukung Bandara Siboru tersebut.

Sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian termsuk pula potensi pariwisata yang terangkat. “Kalau ini terbuka, baru kita bicara pariwisata dan ekonomi kerakyatan. Kalau boleh saran saya, kita dukung dulu ini agar cepat selesai,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *