Bukalapak Bidik Investor Asing Saat Penawaran Saham Agustus 2021 Mendatang

  • Whatsapp
Bukalapak. (Ist)

NASIONAL, FABERTA — Bukalapak tengah membidik investor asing saat melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 6 Agustus 2021. Proses pemaparan publik atau public exspose kepada investor asing pun akan segera dilakukan.

Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan, pihaknya akan segera menyusun road show secara virtual dengan pemodal asing. Hal ini dilakukan lantaran merebaknya pandemi Covid-19 yang membuat perjalanan masih terbatas.

Bacaan Lainnya

“Tentunya akan bertemu dengan investor dari luar negeri tapi akan dilakukan secara virtual jadi kita mungkin tidak seperti biasanya kadang-kadang harus travel, dengan kondisi pandemi ini kita akan melakukan virtual,” kata Rachmat dalam konferensi pers virtual rencana IPO Bukalapak di Jakarta, Jumat 9 Juli 2021.

Kendati demikian, Rachmat tidak mau membeberkan siapa investor potensial yang menjadi bidikan Bukalapak untuk mendapatkan dana segar melalui penjualan saham. Dia juga masih enggan membeberkan seberapa besar permintaan saham di luar negeri.

“Jadi proses road show-nya sendiri ini baru dimulai segera setelah ini akan melakukan road show Insya Allah ya kita optimistis akan mendapatkan demand dari luar dan dalam negeri,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menambahkan, ketika mendapatkan antusias oleh investor asing, peluang untuk melantai di bursa Amerika Serikat (AS) pun bakal terbuka lebar. Meski begitu, Bukalapak masih fokus menggarap listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sehingga, ujar Rachmat, untuk menembus bursa AS jalannya masih sangat panjang dan tidak mau berspekulasi mengenai hal itu terlalu dini. “Untuk Bukalapak listing di AS, ya intinya saat ini kami fokusnya listing di Bursa Efek Indonesia,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Bukalapak bakal melakukan IPO di BEI pada 6 Agustus 2021. Dalam rencana kerja perusahaan, saham akan dijual per lembarnya sebesar Rp750 hingga Rp850.

Adapun jumlah saham perdananya yang dijual sebanyak 25.765.504.851 lembar. Dari jumlah itu, ditargetkan perusahaan akan mendapatkan dana segar senilai Rp21.900.679.123.350 atau mendekati Rp22 triliun.

Nantinya, dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk menambah modal kerja dengan persentase 66 persen. Kemudian uang itu akan dialokasikan juga untuk anak usahanya yakni PT Buka Mitra Indonesia, PT Buka Usaha Indonesia, Buka Investasi Bersama masing-masing sebesar 15 persen. Lalu ada pula PT Pengadaan Indonesia, Bukalapak Pte Ltd dan PT Five Jack Indonesia masing-masing 1 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *