Bupati Bangka Barat Belum Divaksin, Ternyata Ini Alasannya

  • Whatsapp

MUNTOK, FABERTA — Gelombang vaksinasi massal untuk menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat masih terus bergulir dengan menyasar seluruh elemen masyarakat berusia di atas 18 tahun.

Sejatinya, pejabat publik seperti bupati, seyogianya bersedia disuntik vaksin Covid-19 pertama kalinya sebelum disuntikkan ke warganya.

Bacaan Lainnya

Hal itu sebagai upaya memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 aman dan tidak akan berdampak buruk sebagaimana hoax yang beredar.

Namun hingga kini, Bupati Bangka Barat Sukirman justru belum juga mendapat vaksinasi karena mengklaim tensi darahnya tinggi. Bahkan dia meminta awak media tak menanyakan perihal apakah dirinya sudah divaksin atau belum.

Ini diungkapkan langsung Sukirman kepada sejumlah wartawan saat menghadiri acara serbuan vaksin COVID-19, Kodim 0431 di Makodim Muntok, Selasa (29/6).

“Belum, jangan tanya itu. Pertama dari tempo hari tensinya tinggi kemudian tengah itu kan penyakit orang muda gitu kan, mudah – mudahan dalam waktu berapa hari ini sehat jadi bisa harus divaksin,” kata Sukirman.

Kendati demikian, Sukirman tetap mengingatkan pentingnya vaksinasi untuk menjaga imunitas tubuh.

Menurutnya, vaksin bekerja dengan membuat antibodi untuk melawan virus Corona SARS-CoV-2.

“Jadi vaksin ini sangat penting untuk kita untuk menyanggah imun kemudian agar kita kebal sama virus yang ada ini. Vaksin ini adalah komunitas yang dimaksud adalah komunitas dari Corona itu sendiri dia masuk ke darah kita sehingga ini ada kawanku,” jelasnya.

Masyarakat kata Bupati sangat antusias terhadap kegiatan vaksinasi massal ini. Hal itu terbukti dari banyaknya pertanyaan kepada dirinya saat berkunjung ke desa – desa. (Fth/Faberta Babar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *