Bupati Bangka Lantik 44 Pejabat Pemkab, Minta Emban Tugas Dengan Baik

BANGKA, FAKTABERITA — Bupati Kabupaten Bangka, Mulkan melantik dan mengambil sumpah 44 pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemkab Bangka tahun 2022, termasuk Kepala Dinas Pangan dan Pertanian yang baru Syarli Nopriansyah, di Ruang OR Bangka Setara, Selasa (17/5/2022)

Mulkan mengungkapkan, jabatan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian sempat mengalami kekosongan. Hal itu ditakutkan membuat pelayanan terhadap masyarakat mengalami penyendatan.

Bacaan Lainnya

“Jadi memang kita kan ada kekosongan Eselon II yang ada di Dinas Pangan dan Pertanian, kita harus cepat untuk mengisi karena kan merupakan layanan langsung terhadap masyarakat,” tukasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa minimal enam bulan sekali dilakukan perkembangan terhadap percepatan program dan kegiatan di Pemkab Bangka, sehingga apabila terdapat keterlambatan pemerintah harus mengambil sikap.

“Apalagi kepada poktan (kelompok tani), kita yang memang saat ini membutuhkan jangan sampai terjadi keterlambatan lagi untuk penyaluran pupuk subsidi yang kemarin hingga tiga bulan belum dilakukan, karena ada kekosongan kepala dinasnya,” jelas Mulkan.

Menanggapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang sedang merebak di Kabupaten Bangka, Mulkan menyampaikan bahwa itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Kepala Dinpanpertan yang baru.

“Ini menjadi PR dalam program satu hari untuk mengawasi jangan sampai terjadi kefatalan terutama bagi peternakan kita yang ada di Kabupaten Bangka ini,” imbuhnya.

Mulkan berharap, kepala OPD Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka yang baru dapat mengemban tugasnya dengan baik, terutama wabah PMK di Kabupaten Bangka.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka yang baru, Syarli Nopriansyah mengatakan terdapat dua tugas besar yang akan ia lakukan, yaitu terkait kondisi petani sawit dan adanya wabah PMK terhadap hewan ternak.

“Sampai saat ini yan sudah kita komunikasikan ada dua PR besar, terkait dengan kondisi petani sawit yang saat ini kesulitan untuk menjual buah segar yang dikarenakan pabrik kelapa sawit menghentikan pembelian, kalaupun ada yang beli dengan harga murah. Yang ke dua mendekati hari Raya Idul Adha, dengan kondisi sapi terkena wabah PMK, jadi ini mendapat perhatian serius.

Syarli juga menyebutkan, untuk mengawali tugasnya di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka ia akan melakukan perkenalan internal terlebih dahulu, kemudian mengawali tugasnya ia melakukan konsolidasi internal.

“Untuk mengawali semuanya saya akan melakukan konsolidasi internal dulu, karena ini cukup banyak personil yan ada di Dinpanpertan terutama para penduduk desa dan kelurahan di Kabupaten Bangka,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.