Buruh Minta Presiden Kerahkan BPJS Kesehatan Salurkan Vitamin dan Obat Gratis

  • Whatsapp
Ilustrasi/Foto: Istimewa

NASIONAL, FABERTA — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mau mengerahkan BPJS Kesehatan memberikan vitamin dan obat gratis bagi pekerja yang tengah menjalani isolasi mandiri akibat terpapar virus Covid-19. Hal ini dilakukan agar proses produksi di pabrik tidak terhambat.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, upaya itu harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa buruh yang terpapar Covid-19. Selain itu, dengan banyaknya buruh yang terpapar dapat berdampak buruk terhadap pemulihan ekonomi.

“BPJS Kesehatan tidak mungkin karena tak ditanggung, yang paling mungkin keluarkan Peraturan Presiden (Presiden) atau minimal Peraturan Menteri Kesehatan yang membolehkan BPJS Kesehatan memberikan gratis vitamin dan obat-obatan terkait dengan Covid-19 untuk buruh yang isolasi,” kata Said dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, dengan adanya isolasi mandiri buruh yang terpapar Covid-19 membuat sebagian besar harus menerima potongan gaji yang tidak sedikit. Kondisi ini semakin sulit bagi buruh untuk membeli vitamin.

Alhasil, lama isolasi buruh yang tidak bisa membeli vitamin bisa satu bulan. Dengan kondisi seperti ini, para pengusaha juga terdampak lantaran biaya operasional yang membengkak dan proses produksi yang semakin lama.

“Supaya tidak banyak lagi yang meninggal saat isolasi mandiri atau kalau kemudian jangan panjang bisa sampai tiga minggu hingga satu bulan. Proses produksi kan tidak boleh putus,” kata dia.

Said menambahkan, di tengah merebaknya penyebaran Covid-19, klaster buruh pabrik menyumbangkan angka yang cukup banyak. Di mana 10 persen buruh yang bekerja di perusahaan manufaktur padat karya atau padat modal terpapar.

Hal itu terjadi di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Serang dan Cilegon. Kemudian Batam, Makassar, Gresik, Sidoarjo, Surabaya dan Pasuruan. Lalu ada pula Medan, Semarang serta Kendal.

“Fakta yang sangat mengejutkan dan mengkhawatirkan selama dimulainnya PPKM Darurat hingga hari ini lebih dari 10 persen perkerja atau buruh yang bekerja di sektor manufaktur atau pengolahan baik padat karya maupun padat modal terpapar Covid-19,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *