Dana Pasca Tambang PT Koba Tin Mandek, Masyarakat Lingkar Tambang Datangi Kejari Bangka Tengah

FAKTABERITA, BANGKA TENGAH — Masyarakat Lingkar Tambang Kota Koba kembali melakukan audiensi, kali ini dengan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Dr. Abvian Syaifulloh, S.H., M.H., pada Kamis (29/1/2026). Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung terkait pemeriksaan dana jaminan program pasca tambang PT Koba Tin yang hingga kini dinilai belum memberikan kepastian terhadap kelanjutan program tersebut.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Kejari Bangka Tengah itu dihadiri jajaran pejabat Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, di antaranya Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Kasi Intelijen, Kasi Datun, Kasi Pengelolaan Barang Bukti, serta sejumlah jaksa senior. Dari pihak masyarakat, audiensi dipimpin oleh Syahrial Rosidi, S.H., selaku Koordinator Masyarakat Lingkar Tambang Kota Koba, didampingi unsur tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Syahrial menjelaskan, kehadiran pihaknya selain sebagai silaturahmi dengan Kajari Bangka Tengah yang baru, juga sebagai bentuk kesinambungan perjuangan masyarakat dalam mengawal penyelesaian persoalan pasca tambang PT Koba Tin.

“Kami menyampaikan langsung kepada Pak Kajari bahwa kehadiran kami hari ini adalah tindak lanjut dari audiensi kami sebelumnya ke Kejati Bangka Belitung pada 19 Januari 2026 lalu. Saat itu kami mendapat penjelasan bahwa proses pemeriksaan dana pasca tambang masih berjalan,” ujar Syahrial kepada awak media usai audiensi.

Dalam pertemuan tersebut, Masyarakat Lingkar Tambang Kota Koba juga menyinggung fakta hukum yang sebelumnya telah diberitakan sejumlah media, bahwa dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana pasca tambang PT Koba Tin, Kejaksaan telah menetapkan tersangka. Namun demikian, Syahrial menilai bahwa proses hukum yang sedang berjalan tidak seharusnya menjadi alasan terhentinya seluruh program pasca tambang yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Tapi kami juga berharap ada kepastian, karena program pasca tambang ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam kondisi ekonomi Bangka Tengah yang saat ini sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Pos terkait