Dari Sampah Plastik, Omzet Pria Ini Tembus Rp70 Juta Tiap Bulan

  • Whatsapp
Rama bersama pegawainya memasukan gilingan sampah plastik ke dalam karung. Foto: Januar/Faberta

BANGKA BELITUNG, FABERTA — Rama Leo Batra, 29 tahun, seorang pria asal Negeri Serumpun Sebalai patut diajungi jempol dalam dunia bisnis. Pasalnya, ia mampu mengubah limbah sampah plastik menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi. Usahanya ia beri nama ‘Bangka Recycle’.

Kepada Faktaberita.co.id, Rama mengaku usaha penggilingan limbah plastik miliknya itu mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Bacaan Lainnya

“Untuk skala produksi yang seperti sekarang ini sebulan kita bisa kirim sekitar 6 sampai 7 ton, dengan profit kotor sekitar 70 juta rupiah,”ungkap Rama, Sabtu (24/7/2021) kemarin.

Bahkan, usaha yang digeluti Rama sejak Januari 2021 ini sudah memperkerjakan enam orang sebagai karyawan. Selain itu, ia juga memberdayakan ibu rumah tangga sekitar untuk ikut membantu dalam penyortiran dengan upah ratusan ribu perhari.

“Untuk sekarang baru ada 6 pegawai dulu, dan untuk pensortiran sampah plastik, seperti membuka tutup botol kemasan, dan melepas lebelnya saya bayar ke ibu – ibu sekitar, lumayan, dalam seminggu satu orang bisa dapat 300-400 ribu rupiah per hari,” jelasnya.

Untuk sampah plastiknya sendiri, Rama bekerjasama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang ada di Pangkalpinang.

“Kami menerima semua sampah plastik, kecuali kantong kresek, nah itu saya dapat dari hasil kerjasama dengan KSM selindung, dan pangkalarang, kadang kita juga menerima dari sopir mobil sampah kelurahan,” jelas pria yang akrab disapa Ateng ini.

Ia juga turut mengajak masyarakat maupun pelaku UMKM di Kota Pangkalpinang bisa ikut menjadikan sampah plastik menjadi nilai ekonomis.

“Saya mengajak untuk teman – teman pelaku UMKM yang ada di Pangkalpinang untuk bijak dalam menggunakan plastik dengan cara menyediakan bak sampah khusus sampah plastik di tempat usahanya, dan bisa di setorkan ke saya tentunya akan saya beli,” ajaknya.

Selain sebagai bisnis, Rama juga menjadikan usahanya ini sebagai upaya mengurangi sampah di Bangka Belitung, khususnya di Pangkalpinang. Sebab, sampah plastik memberikan dampak pencemaran terhadap lingkungan.

Berdasarkan data yang tercatat Badan Lingkungan Hidup Provinsi Babel, di tahun 2019 Setiap harinya ada 262,80 ton sampah yang masuk ke delapan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan hampir setengahnya adalah sampah plastik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *