Dari Santri Payabenua hingga Kabag Kesra Bangka Tengah, ini Kiprah Abdullah Adari

FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH — Abdullah Adari, sosok yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Bangka Tengah, memiliki perjalanan panjang sebelum berada di posisi strategis pemerintahan. Lahir di Payabenua, Mendo Barat, pada 1 Maret 1977, Adari tumbuh dalam lingkungan desa sederhana yang menjadi fondasi awal pembentukan karakter dirinya.

Pendidikan awal ditempuhnya di SDN 318 Payabenua dan SLTPN 1 Mendo Barat. Namun, arah hidupnya mulai berubah ketika ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Candung, Bukittinggi, Sumatera Barat. Di pesantren inilah ia menghabiskan masa remaja, membentuk karakter melalui disiplin dan tradisi keilmuan Islam yang kuat.

Kecintaan pada ilmu agama kemudian membawanya merantau ke Yogyakarta untuk menempuh studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir Hadits. Lingkungan akademik kampus Islam terkemuka itu memperluas wawasan keagamaannya sekaligus mengasah kemampuan analitis dalam memahami ilmu tafsir dan hadis.

Usai menyelesaikan S1, Adari kembali ke Bangka dan mengabdikan diri sebagai guru di Pondok Pesantren Islam Centre Bangka. Ia mengajar kitab kuning dan ilmu-ilmu agama, sekaligus membentuk karakter santri dengan pendekatan yang menekankan akhlak dan kecintaan terhadap tanah air. Kedekatannya dengan para santri membuatnya dikenang sebagai guru yang sabar, teladan, dan rendah hati.

Perjalanan kariernya kemudian meluas ketika ia memutuskan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Berbekal latar belakang pesantren dan pengalaman mengajar, ia masuk ke birokrasi Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan menempati sejumlah posisi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat di bidang keagamaan dan sosial.

Kini sebagai Kabag Kesra, Adari dikenal membawa perspektif spiritual dalam setiap kebijakan. Ia menjadi jembatan antara pemerintah daerah dengan ulama, pengurus masjid, dan lembaga pendidikan Islam. Pengalamannya di pesantren membuatnya memahami dinamika masyarakat religius dan mampu menerapkannya dalam program-program kesejahteraan rakyat.

Pos terkait