Datang untuk Kembali Hilang

Mawar Jingga Ing Purwani (istimewa)

Oleh: Mawar Jingga Ing Purwani

CERPEN, FAKTABERITA — Sudah terlalu tinggi hati ini berharap, sia-sia saja selama ini. Alur cerita yang ia buat ku ikuti hingga ujung dan sampai akhirnya ia sendiri yang menghancurkan alur itu. Ia buat alur baru, tentunya bukan dengan ku lagi perannya. Ah sudah lah, aku muak dengan ini. Satu hal yang harus kalian ketahui, hati ini masih saja mengharapkan dirinya kembali ke pelukan. Entah harus berapa tahun lamanya aku akan menantinya. Aku harap semesta merestui.

Bacaan Lainnya

Pukul 19.00 WIB

Suara Nayla di ujung telepon yang menggelegar hampir saja menghancurkan gendang telinga Jeje, malam ini Nayla berencana untuk berkumpul bersama Jeje, Kasih dan beberapa temannya Nayla.

“Eh Je, ayokk buruan si Kasih udah nungguin lama,” gerutu Nayla

“Iya ih sabaran Nay, ini lagi dijalan makanya jangan di telfon dulu,” ucap Jeje

Tak butuh waktu lama untuk Jeje sampai ke rumah Nayla, lalu mereka langsung bergegas ke rumah Kasih. Mereka bertiga memilih untuk bersantai di salah satu cafe favoritnya Jeje, setelah sampai mereka langsung memesan makanan dan minumannya.

“Eh iya Nay, katanya temen kamu mau ikut gabung juga,” tanya Kasih

“Bentar lagi juga mereka sampai kok, santai aja dulu,” ucap Nayla

Sembari menunggu makanan dan minuman mereka sampai, mereka asik ngobrol dan tertawa bebas. Mereka memang sudah jarang bertemu, dikarenakan beda sekolah. Sempat satu sekolah waktu SMP, dan SMA yang berlainan. Mereka cukup akrab, makanya hampir setiap libur harus menyiapkan waktu untuk sekedar ngobrol bertiga.

“Mbak ini pesanannya,” ucap pelayan cafe

Cukup lama mereka menanti teman Nayla, hampir setengah makanan dan minuman mereka teman Nayla belum kunjung datang.

“Naylaaaaa,”

Ya ampun, suaranya 11-12 sama Nayla ternyata, hampir menghancurkan gendang telinga. Teman-teman Naya pun sampai, dan langsung memesan minuman dan makanan mereka.

“Ahh, dia lagi,” kesal Jeje

Ada satu orang yang masih melekat di pikiran Jeje, dan lagi-lagi ia harus bertemu lagi dengan orang itu, menyebalkan sekali.

“Haii Je, apa kabar,” tanya Rio

“Baik,” balas Jeje cuek

Yaa Rio, dia lelaki yang pernah mendekati Jeje hingga akhirnya Jeje harus merelakan lelaki itu karena ia berselingkuh. Rasa sakit itu barulah akan hilang, dan lelaki itu kini muncul dihadapan Jeje. Setelah lama berbincang-bincang, penyanyi cafe itu menyanyikan lagu kesukaan Jeje. Ia tak menghiraukan orang disekitarnya lagi, ia asik menikmati nyanyian itu.

Pukul 00.00 WIB

Sudah sangat larut, asik berbincang membuat mereka lupa waktu. Mereka pun berpamitan untuk pulang. Malam ini begitu mengasyikkan, meskipun harus bertemu lagi dengan lelaki itu. Setelah mengabari Kasih, dan Nayla jika sudah sampai rumah, Jeje langsung masuk ke kamarnya. Merebahkan diri dikasurnya, dan memejamkan matanya. Ahh, niat ku untuk tidur tidak terlalu tepat. Ada satu lelaki lagi yang mengisi kepala ku, oh iya namanya Rendi. Humoris dan lesung pipinya begitu manis. Bayangan Rendi selalu saja menghantui ku.

2 tahun kemudian…

Hampir pecah kepala ku, memikirkan proker yang tak kunjung selesai. Besok dikampus ku akan ada ospek untuk mahasiswa baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *