Densus 88 dan Kemenag Bangka Sinergi Cegah Radikalisasi Digital pada Anak

FAKTA BERITA, BANGKA – Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Antiteror Polri bersama Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Bangka, serta Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center Sungailiat melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan pada kegiatan Bimbingan Teknis Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Bangka yang menyoroti ancaman radikalisasi digital pada anak, Senin (4/2/2026).

Kegiatan bertema “Transformasi Pendidikan Melalui Kurikulum Berbasis Cinta” ini diikuti 268 guru PAI jenjang SD, SMP, dan SMA dari seluruh wilayah Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai peningkatan kewaspadaan terhadap infiltrasi paham ekstremisme yang kini banyak menyebar melalui platform digital.

Kastagswil Kep. Babel Densus 88 AT Polri, AKBP Maslikan, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa radikalisasi digital semakin masif menjangkau anak-anak melalui media sosial, sehingga langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini. Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi penggunaan gawai dan aktivitas digital peserta didik.

“Mencegah jauh lebih penting daripada menindak. Anak perlu dibatasi waktu penggunaan gawainya serta didampingi dalam aktivitas digital agar tidak terpapar konten negatif dan paham ekstrem,” ujar AKBP Maslikan, Senin (4/2/2026).

Ia menambahkan bahwa radikalisasi tidak selalu lahir dari ajaran agama, namun kerap berakar pada luka batin, kemarahan, perasaan terpinggirkan, hingga pencarian jati diri yang kemudian dieksploitasi melalui ruang digital. Menurutnya, penanaman empati, nilai kebangsaan, dan cinta tanah air harus diperkuat di lingkungan pendidikan.

Pos terkait