Disaat Pemkot Pangkalpinang Genjot PAD Lewat Retribusi, Toko Salemba Malah Dibiarkan Beroperasi Tanpa IMB

  • Whatsapp
Gedung Toko Salemba di Kota Pangkalpinang. (Foto:Gusti/Faberta)

PANGKALPINANG, FABERTA — Disaat sedang berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota Pangkalpinang malah kecolongan dengan masih adanya investor yang lalai akan kelengkapan izin usaha.

Salah satunya Toko Buku Salemba. Berlokasi di Jalan Ahmad Yani (Jalan Baru), Kota Pangkalpinang, brand nasional yang menjual perlengkapan sekolah tersebut diduga belum mememiliki izin usaha dari Pemkot Pangkalpinang. Padahal, sudah beroperasi sejak 2 Juli 2021 yang lalu.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala DPMPTSP dan Naker Kota Pangkalpinang, Yan Rizana. Ia menerangkan kalau pihaknya belum mengeluarkan IMB dan Izin usaha Toko Buku Salemba, dikarenakan persyaratan dokumen perizinan belum lengkap.

“Berdasarkan SOP, apabila syarat lengkap baru kami terima dan kami proses. Namun, saat kami cek berkas yang bersangkutan belum lengkap, artinya belum kami proses,
bukan mempersulit,” kata Yan. Jumat, (16/7/2021).

Yan mengatakan, saat ini Pemkot Pangkalpinang sedang berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), salah satunya melalui retribusi IMB.

Mengenai kepengurusan izin, iata Yan, Pemkot Pangkalpinang memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi di Kota Pangkalpinang. Hal ini salah satu upaya untuk menggenjot target PAD, salah satunya melalui retribusi IMB.

“Jangan beranggapan kami mempersulit, kalau memang sudah lengkap kami proses. Berinvestasi di Kota Pangkalpinang mudah, asalkan sesuai SOP, Jadi kami sarankan agar pelaku usaha taat dalam membayar retribusi IMB,” ucapnya.

Sementara itu, Supervisor Toko Buku Salemba Pangkalpinang, Arli menyebut, pihaknya sudah mengurus IMB, namun terkendala dokumen persyaratan izin belum lengkap.

Ia juga mengatakan kalau izin belum keluar karena terhambat oleh pemerintah, padahal pihaknya sudah mengutus orang untuk menugurus perizinan usaha tersebut.

“Dokument kami sudah lengkap dan sudah saya berikan kuasa kepada kepada seseorang berinisial G yang bekerja di instansi Pemkot untuk mengurus izin dari awal sampai sekarang, namun belum kelar-kelar juga,” ungkapnya. (Gusti)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *