Diterpa Fitnah GratifiKasi, Molen: 2024 Sudah Dekat, Sebagai Pemimpin Saya Harus Siap menghadapi Serangan Politis

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil. (Ist)

PANGKALPINANG, FAKTABERITA –Tuduhan gratifikasi yang dilancarkan oleh mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang Suparlan Dulaspar kepada Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil, dinilai sangat tidak lazim.

Sebelumnya, kepada awak media Suparlan menyebutkan uang yang diterimanya dari tangan seseorang bernama Yasir. Tentu, keterangan ini berbeda dengan yang disampaikannya dalam laporan pengembalian grarifikasi ke KPK yang tertulis uang berasal dari Wali Kota.

Mengenai permasalahan itu, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil angkat bicara mengenai tuduhan tersebut.

Molen sapaan akrab wali kota ini menyampaikan, sebagai seorang pemimpin, dirinya harus siap menghadapi permasalahan politis, apalagi mendekati pesta demokrasi 2024 mendatang.

“Sebagai pemimpin bagi saya, apabila tinggal di tepi pantai kita harus siap dengan gelombangnya. Maka saya harus siap menghadapi permasalahan ini. Mudah-mudahan masyarakat Kota Pangkalpinang paham, ujarnya. Jumat, (20/5/2022).

Molen memastikan, dirinya tidak melakukan gratifikasi apa yang dituduhkan oleh mantan Kadis PUPR Kota Pangkalpinang. Karena seyogianya, pejabat eselon menuduhkan itu sebelumnya merupakan selaku Pengguna Anggaran (PA) pada dinas itu.

“Yang berbicara PA sendiri menyampaikan tuduhan itu, apa kapisatas saya memberikan uang cash di ruangan dia. Mudah-mudahan ada cctv nya maka akan terbukti benar atau tidak saya memberikan uang itu. Saya pastikan tudingan itu tidak benar,”ucapnya.

Untuk membuktikan tuduhan itu, Molen akan mengambil langkah melalui jalur hukum, agar permasalahan tersebut diungkapkan secara jelas.

Apalagi kata Molen, tudingan gratifikasi ini
menyangkut nama baik dirinya sebagai Wali Kota Pangkalpinang.

“Saya harus membersihkan nama baik, saya memberikan kuasa hukum kepada Iwan Prahara untuk memproses masalah itu secara hukum secara jelas. Apalagi pemberitaan pertama menyatakan wali kota memberikan gratifikasi kemudian ke KPK. Tapi sekarang ada pernyataan baru ada pihak lain yang mengantarkan gratifikasi itu, jadi kesanya bermain-main saya sangat miris. Saya rasa ini harus diluruskan, dan masalah ini kami sudah melaporkan masalah ini ke Polda Babel,”ujarnya.

Atas tudingan itu, Molen meminta dukungan dan doa kepada masyarat Kota Pangkalpinang, agar permasalahan ini segera terselesaikan dan tetap fokus membangun Kota Beribu Senyuman ini.

“Mohon doa dan dukungan untuk masyarakat ku Kota Pangkalpinang, apalagi tahun politik semakin dekat maka akan banyak masalah seperti ini. Semoga orang ini sadar dan bisa diberikan barokah dari Allah biar mereka sadar atas perlakuan ini,”katanya.

Terpisah, Yasin nama yang disebut oleh Suparlan sebagai orang yang mengantarkan uang, ketika ditemui awak media menyatakan tidak benar atas keterangan yang disampaikan Suparlan. “Itu semua fitnah yang dituduhkan,” kata Yasin, yang adalah ASN di Pemkot Pangkalpinang. (FB06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.