Ditujukan untuk Kepentingan Rakyat, Pemkab Basel Segera Salurkan 12 Ribu Bibit Sawit ke 12 Desa

 

BANGKA SELATAN, FABERTA — Sebanyak 12 ribu batang bibit sawit akan disalurkan ke 12 desa oleh Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel).

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Basel, Riza Herdavid usai memberikan seragam sekolah gratis kepada siswa-siswi SD dan SMP se-Kabupaten Bangka Selatan, bertempat di SD Negeri 6 Toboali, Kamis (18/11/2021).

Katanya, bibit sawit ini akan diserahkan ke 12 desa dan pihak desa sudah sepakat. Nantinya bibit tersebut akan dikelola oleh desa, kemudian hasil dari sawit itu akan digunakan untuk kepentingan rakyat.

“Kami serahkan bibit sawit ini bukan untuk desa, melainkan desa hanya mengelolanyabsaja, hasil pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat mulai dari yatim-piatu, marbot masjid, janda dan orang dibawah garis kemiskinan,” kata Riza.

Kalau diserahkan kepada masyarakat, Riza melanjutkan, ditakutkan tidak ditanam lantaran tidak semua masyarakat yang memiliki lahan.

“Kalau diserahkan ke desa, pemantauannya lebih mudah dan setiap masyarakat juga belum tentu ada lahannya,” ucap Riza.

Untuk merealisasi program ini, kata Bupati, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Pemkab Basel akan mengawalnya mulai dari pemberian bibit sawit hingga hasil panen nantinya.

“Nantinya diharapkan melalui program ini lah hasilnya dapat digunakan untuk memperbaiki perekonomian masyarakat di tingkat desa, dan juga membantu pembangunan desa,” ucapnya.

Menurutnya, kalau bibit sawit ini dibagikan ke perorangan sama saja kita bunuh rakyat. Namun kalau diberikan ke desa maka ada tanggungjawab desa lebih besar, seperti auditnya lebih jelas, programnya jelas semuanya lebih tersentuh.

“Berapa ribu hasil panennya, berapa yang disalurkan kemasyarakatan sehingga semua bisa terdata. Dari situlah kami saling menguatkan antara dinas dan pemerintah desa, dan pemanfaatan lebih jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Suhadi mengatakan kurang lebih sebanyak 12 ribu bibit sawit itu akan disalurkan ke 12 desa, dan masing-masing desa akan mendapatkan sesuai luas lahan yang dimiliki.

“Untuk teknis pembagiannya tergantung dari kapasitas lahan dari desa berapa, dan belum kami tetapkan. Masing-masing desa berbeda,” kata Suhadi.

Katanya, pembagi bibit sawit akan dihitung diambil dari rata-ratanya, bila ada kelebihan maka akan disalurkan kepada desa yang masih kekurangan bibit tersebut.

“Kalau ada kelebihan maka ditambah ke desa yang usulannya lebih banyak. Untuk pengelolaannya akan diserahkan ke desa dan hasilnya bisa menjadi pendapatan desa (PADes), sehingga desa akan memanfaatkannya untuk pembangunan dan juga masyarakat,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *