DPRD Babel Ultimatum PT SBB: Dua Bulan Atasi Krisis Air Bersih atau Operasi Dihentikan

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memanggil manajemen PT Sumber Bara Bina (SBB) menyusul keluhan warga Dusun 4 Desa Rajik, Kecamatan Simpang Rimba, terkait dugaan pencemaran lingkungan yang berdampak pada krisis air bersih. Rapat dengar pendapat ini digelar di Gedung DPRD Babel, Kamis (10/07/2025).

Dalam forum tersebut, warga melalui perwakilan tokoh masyarakat menyampaikan bahwa air bersih di wilayah mereka kini terasa asin dan tidak layak konsumsi. Diduga kuat, kerusakan kualitas air itu terjadi akibat aktivitas operasional perusahaan yang berdampak pada sumber air warga.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi III DPRD Babel, Yogi Maulana, menegaskan DPRD tidak akan membiarkan masyarakat kehilangan hak atas air bersih.

“Ini menyangkut hak dasar. DPRD akan bertindak tegas jika perusahaan tidak memenuhi tanggung jawabnya. Kita berikan waktu dua bulan. Kalau tidak ada progres, kami akan rekomendasikan penghentian sementara operasional perusahaan,” ujarnya.

Warga melalui forum resmi tersebut menuntut PT SBB untuk:

1. Menyediakan air layak minum secara rutin kepada warga terdampak,

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *