DPRD Bateng Bakal Panggil PT Timah Terkait Rencana Penambangan Laut di Beriga

Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Me Hoa (ist)

BANGKA TENGAH, FAKTABERITA — DPRD Kabupaten Bangka Tengah akan memanggil PT Timah Tbk, terkait rencana pertambangan laut yang beberapa waktu terjadi polemik penolakan oleh warga setempat. Sebelumnya, DPRD Bangka Tengah sudah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Timah dan masyarakat Batu Beriga pada Sabtu (7/10/2023).

Namun, dikarenakan ada beberapa anggota DPRD Bangka Tengah berhalangan harus diundur pada tanggal 9 Oktober 2023.

“Awal suratnya sudah dibuat tanggal 7, namun dibadan musyawarah tanggal 2 Oktober kemarin diputuskan Tanggal 9 hari Senin sekalian semua anggota DPRD hadir Pembahasan Anggaran 2024” kata Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa, Kamis (5/10/2023).

Pada tanggal 9 Oktober nanti, kata Mehoa DPRD Bangka Tengah sekaligus jadwal pembahasan anggaran APDB 2024.

Sebab itu, ia berharap Bupati Bangka Tengah hadir langsung tidak memakai utusan dan Sekda serta dinas Terkait secara lengkap.

“Direktur Utama PT Timah atas nama Bapak Dani pun kita minta hadir langsung. Saya juga menghubungi pak Rustam Komisaris PT Timah dan mantan Gubernur Babel, dan Beliau minta di undang juga surat tersendiri supaya dapat hadir,” ujarnya.

Mehoa juga meminta masyarakat Batu Beriga untuk lebih bersabar jangan anarki dan emosi. Jika anarki akan menimbulkan efek hukum pidana, dirinya tidak mau kejadian di desa Penyak dan Pt Kobatin dan kasus lainnya terulang lagi.

Menurut Mehoa, aksi anarki yang terjadi antara masyarakat Desa Penyak dan PT Kobatin dahulu pernah ada yang dipenjara.

Oleh karena itu, Mehoa berharap masyarakat dapat menahan emosi agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Sampaikan Aspirasi secara elegan dan yang di sampaikan aspirasi harus dapat menjelaskan secara gamblang. Saya dan Kawan-kawan DPRD memfasilitasi,bukan kapasitas memutuskan,” tutup Mehoa.

Selain itu, Mehoa juga meminta PT Timah selaku pemegang IUP menjelaskan kepada DPRD dan masyarakat beserta tamu undangan secara detail.

“Saya minta pemegang IUP untuk Presentasi dengan Infokus apa yang akan dilakukan di Laut Batu Beriga dan Syarat yang sudah dipenuhi Mereka sehingga dapat ijin itu apa?,” tutup Mehoa.


 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *