DPRD Serap Aspirasi Pedagang Kaki Lima Terdampak PPKM

  • Whatsapp

BABEL, FABERTA — Pedagang Kaki Lima yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Dewan Pimpinan Wilayah Bangka Belitung melakukan audiensi dengan DPRD Bangka Belitung, Kamis (26/08/2021).

Rombongan APKLI disambut Langsung oleh Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi dan Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi.

Dengan diperpanjanganya Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dinilai berdampak kepada aktivitas ratusan pedagang, disampaikan bahwa kegiatan pedagang kaki lima berhenti selama dua tahun semenjak pademi merebak.

Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi turut prihatin atas situasi yang dialami para pedagang kaki lima yang terdampak oleh pemberlakuan PPKM.

Herman juga mengatakan bahwa pihaknya bersedia memperjuangkan aspirasi dari pada APKLI tersebut berasama Forkopimda.

“Kami ikut perihatin dan saya merasakan itu. Satu hari saja tidak berjualan itu dampaknya rugi dimodal, apalagi kalau tidak berjualan berhari – hari,” ungkap Herman.

Herman juga menjelaskan, bahwa kebijakan PPKM ini instruksi langsung dari pusat, dan sudah ada ketentuan peraturan bagaimana tata cara pelaksanaanya.

Walau seperti itu Herman beserta pihaknya akan memperjuangkan aspirasi yang telah disampaikan APKLI, dan segera akan mendiskusikannya bersama forkompimda.

“Mengingat kebijakan PPKM ini merupakan kebijakan pemerintah pusat dan di dalamnya sudah ada pengaturan dan tata cara pelaksanaannya. Diharapkan ada mekanisme lain supaya pedagang bisa beraktivitas kembali seusai berkoordinasi dengan jajaran forkopimda nantinya,” ujar Herman.

Sementara Amri Cahyadi turut memberikan arahannya supaya para pedagang dapat beraktivitas di tengah-tengah pelaksanaan PPKM. Menurutnya, kondisi saat ini sangat dilematis, hal dikarenakan pasar-pasar yang selalu ramai namun tidak berbanding lurus dengan pedagang kaki lima.

“Nanti kami akan memberikan ruang kepada kawan-kawan APKLI, biar kebijakan ini menyeluruh sifatnya, termasuk nanti saat ada aktivitas dagann, untuk petugas tidak menyalakan menyalakan sirene, hal tersebut dikhawatirkan membuat pengunjung risih,” paparnya. (Januar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *