Efektivitas Vaksin Masih 60 Persen, Luhut Ragu Herd Immunity Bakal Terwujud

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: ist)

NASIONAL, FABERTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ragu bakal mencapai kekebalan massal terhadap virus Covid-19 atau herd immunity dalam waktu dekat. Hal ini lantaran tingkat efektivitas semua vaksin yang ada rata-rata baru sekitar 60 persen.

Luhut menjelaskan, dengan fakta tersebut diperkirakan penyebaran wabah akan terus jadi dalam jangka waktu yang cukup lama sampai para ahli farmasi menemukan obat yang ampuh menyembuhkan virus yang menyerang pernapasan ini. Maka, dia meminta masyarakat untuk taat dan disipilin menerapkan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Efikasi semua vaksin belum ada yang 100 persen, rata-rata baru 60 persen. Oleh karena itu, kita belum bisa berharap akan terjadi herd immunity, tapi nanti bisa terjadi dalam beberapa tahun ke depan sampai ketemu obatnya,” kata Luhut dalam dialog virtual di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Meskipun jalan masih panjang, Luhut memastikan pemerintah tak tinggal diam dan menunggu. Segala daya dan upaya terus dilakukan agar dapat melindungi masyarakat.

Adapun cara-cara yang akan dilakukan pemerintah dalam melawan penyebaran Covid-19 yakni dengan melakukan vaksinasi. Kemudian memperkuat pelaksanaan tresing, treking dan treatment atau 3T serta mewajibkan protokol kesehatan dengan ketat di setiap aktivitas masyarakat.

Luhut mengklaim semua usaha yang dilakukan pemerintah telah berbuah hasil yang memuaskan. “Tren kasus konfirmasi terus mengalami pembaikan, jika secara kasus konfirmasi saya kira membaik 78 persen di puncaknya 15 Juli 2021. Tapi kalau di wilatah Jawa dan Bali telah menurun 87,3 persen per kemarin (22 Agustus 2021),” kata dia.

Dari sisi keterisian tempat tidur di rumah sakit, mantan Danjen Kopassus itu mengaku senang dengan keadaan sekarang. Jika kondisinya terus membaik, dia yakin wabah dapat ditangani dalam waktu dekat.

“Kapasitas tempat tidur rumah sakit sekarang sudah disiapkan semua, kita tidak buru-buru langsung bongkar walaupun seperti di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) sekarang sudah di bawah 20 persen bed okupancy rate (bor) dan sudah dibuka tenda-tendanya tapi yang lain masih perlu hati-hati.

“Hadapi ini karena belum ada yang bisa satu negarapun mereka bisa mengendalikan Covid-19 varian delta,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *