‘Emas Terapung’ Senilai Rp 7 Miliar Ditemukan di Perut Paus

Jakarta – Bongkahan besar ‘emas terapung’, ditemukan di perut paus sperma mati yang terdampar di pulau La Palma, Spanyol. Emas terapung adalah julukan untuk substansi sangat berharga yang disebut ambergris.

Ambergis adalah bahan lilin yang dikeluarkan paus sperma saat menelan makanan yang tak dapat dicerna, misalnya paruh cumi-cumi. Ambergris dipakai untuk membuat parfum dan bisa dijual ribuan dolar per pon.

Potongan yang ditemukan di Kepulauan Canary itu, ditaksir beratnya sekitar 9,5 kilogram dan harganya sekitar USD 550.000 atau lebih dari Rp 7 miliar.

Antonio Fernandez Rodríguez, peneliti kesehatan hewan di University of Las Palmas, merogoh ke dalam bangkai paus yang sudah dicuci untuk mencari tahu bagaimana hewan itu mati. Nah, dia menemukan benda tersangkut di usus paus.

Dikutip detikINET dari Live Science, ambergris tampaknya telah merobek usus paus, menyebabkan kematiannya dan terdampar di pantai. Hanya 1% hingga 5% paus sperma ditemukan dengan ambergris, sekresi saluran empedu yang diyakini melapisi benda-benda yang tidak dapat dicerna yang dimakannya.

Biasanya paus memuntahkan benda itu, tapi jika tidak, ambergris membantu melindungi organ paus dari bahan tajam. Zat langka ini digunakan dalam pembuatan parfum selama ratusan tahun karena dapat membantu aroma menempel ke kulit seseorang. Alternatif sintetis telah ditemukan, tapi beberapa perusahaan masih memakainya di wewangian tertentu.

Paus sperma adalah salah satu spesies paling dicari dalam sejarah perburuan paus, dan perburuan berlebihan membuat populasinya anjlok. Meski populasi paus sperma global tampaknya telah stabil sejak penurunan perburuan paus akhir abad ke-20, spesies ini masih dianggap rentan.

Paus sperma diberi tingkat perlindungan tertinggi di bawah Convention on International Trade in Endangered Species. Tapi karena ambergris dianggap produk kotoran hewan, maka tak tercakup dalam perjanjian dan legal dijual di banyak negara.

Di Uni Eropa, yang meliputi Kepulauan Canary, perdagangan ambergris adalah legal. Rodríguez berharap untuk menjual ambergis itu dan menggunakan hasilnya untuk mendukung para korban letusan gunung berapi tahun 2021 di La Palmas.

Sumber : detik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *