Erick Tohir Optimis, RI Mampu Penuhi Bahan Baku Obat Dalam Negeri hingga 50 Persen 

  • Whatsapp
Ilustrasi/ist (shuterstock)

NASIONAL, FABERTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bahan baku obat dalam negeri hingga 50 persen. Salah satu upaya ialah mengembangkan industri petrochemical yang memproduksi bahan baku untuk paracetamol.

Erick mengatakan, hingga sekarang kebutuhan bahan baku obat 90 persen masih dipenuhi dengan impor dari negara lain. Sehingga langkah ini akan segera dikebut agar industri farmasi nasional dapat memenuhi kebutuhan bahan bakunya sendiri.

Bacaan Lainnya

“Ini bahan baku obat yang salah satu kita pelajari bisa tidak 50 persen dipenuhi oleh buatan Indonesia,” kata Erick dalam dialog virtual di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, salah satu perusahaan pelat merah yang tengah mengembangkan industri petrochemical yakni PT Pertamina (Persero). Terobosan tersebut juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan adanya pengembangan hilirisasi industri.

Tak hanya itu, hilirisasi industri juga akan dilakukan pada sektor lain tidak hanya di bidang farmasi. Sebut saja pertambangan nikel yang tengah digenjot agar dapat menjadi industri baterai lithium untuk bahan baku kendaraan listrik.

Sebelum adanya program itu, kata Erick, Indonesia selalu mengekspor bahan mentah atau raw material nikel. Sedangkan saat ini tengah dikembangkan menjadi barang jadi sehingga memiliki nilah tambah.

“Sekarang kita sendiri BUMN membentuk konsorsium yaitu PLN, Pertamina Mind Id bersama-sama dengan LG untuk produksi baterai listrik sendiri di sini,” kata dia.

Lebih lanjut, mantan pemilik Inter Milan itu menjelaskan komitmen pemerintah dalam pengembangan industri daur ulang. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan alam di tengah massifnya industrialisasi di dalam negeri.

“Menjaga ekosistem ke depan sangat penting sekali bagi generasi muda atau generasi penerus bisa hidup lebih baik atau ada peningkatan kehidupan yang sangat bagus di Indonesia. Dengan adanya green energy dan kota hijau ramah lingkungan bisa membuat hidup lebih baik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *