FAKTA BERITA, PANGKALPINANG — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sebanyak 34.172 keluarga di Babel masuk kategori berisiko stunting pada 2025. Temuan ini menempatkan pencegahan stunting sebagai salah satu fokus prioritas lembaga tersebut melalui berbagai program intervensi kolaboratif.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya bertumpu pada bantuan gizi, tetapi juga pada perbaikan lingkungan rumah tangga dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Kami fokus menangani permasalahan stunting melalui pendekatan menyeluruh. Program orangtua asuh mencegah stunting menjadi salah satu langkah nyata, dengan memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” ujar Fazar.
Salah satu program unggulan, Gerakan Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), menunjukkan capaian signifikan. Dengan target nasional 1 juta keluarga sasaran di 34 provinsi, Bangka Belitung mendapat alokasi 4.690 keluarga. Menurut Fazar, capaian program Genting di Babel telah mencapai 148 persen sejak mulai berjalan pada Desember 2024.
“Program Genting tidak membebani APBD maupun APBN, karena dijalankan melalui kolaborasi Pentahelix. Ini kerja bersama antara pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, hingga media,” tegasnya.
Selain intervensi gizi, BKKBN Babel juga menggandeng berbagai pihak untuk meningkatkan akses jamban sehat, air bersih, dan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting. Seluruh 7 kabupaten/kota di Bangka Belitung disebut telah menyambut baik program-program tersebut dan menunjukkan capaian yang positif pada tahun sebelumnya.



















