FOTO: Bocah Timah, Mengais Uang Jajan dari ‘Nyanting’ Pasir Hitam

Anak-anak pesisir di Sukadamai, Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung menunjukkan gelas plastik yang sudah berisi timah, Rabu (29/12/2021). Foto: Rais Abdillah/Faktaberita

BANGKA SELATAN, FAKTABERITA — Tanpa alas kaki, dengan celana tergulung hingga paha, hingga bertelanjang dada, sejumlah anak pesisir Sukadamai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai mendatangi lokasi di mana ratusan tungau, sebutan tambang apung skala kecil, bertengger di bibir pantai untuk melakukan aktifitas ‘nyanting’ — istilah untuk orang-orang yang mencari timah dari sisa-sisa penyaringan (sakan) —

RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak melintasi genangan air di antara hamparan pasir di bibir pantai
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak berlarian menuju lokasi tungau

Di kejauhan, tampak masing-masing anak sudah menenteng wadah dari gelas plastik yang disiapkan khusus untuk menampung sisa-sisa pasir hitam alias timah. Bersenda gurau, berbaris melewati aliran air berwarna kecokelatan, kemudian berlarian saling mengejar seolah-olah tungau adalah garis finishnya.

Bacaan Lainnya
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak meloncat dari satu tungau ke tungau lain
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak menunggu pekerja tambang yang sedang menyaring timah atau ngelimbang
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak membersihkan sisa-sisa timah dari sakan

Anak-anak meloncati dari satu tungau ke tungau lainnya, menunggu para pekerja yang sedang ‘ngelimbang’ atau menyaring timah. Sesekali mereka meminta sedikit. Para penambang pun dengan sukarela mengisi satu per satu wadah yang dibawa anak-anak dengan timah. Jika penambang selesai bekerja, anak-anak segera mengambil sisa-sisa timah yang ada dari sakan.

RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak menunggu pekerja tambang sedang menyaring timah atau ngelimbang
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak memungut sisa-sisa timah dari sakan
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak memungut sisa-sisa timah dari sakan

Hari mulai sore, sinar matahari kian memunculkan bayangan anak-anak, anak-anak pun satu per satu turun dari tungau. Membawa wadah gelas yang sudah terisi oleh pasir hitam, ada yang terisi setengah ada juga yang kurang dari setengah gelas.

RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak menunggu pekerja tambang sedang menyarinh timah atau ngelimbang
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak memperlihatkan timah dalam wadah gelas plastik

Sejak beberapa tahun belakangan ini, bibir pantai ujung Bangka Selatan itu sudah dipenuhi oleh aktifitas tambang timah. Tempat di mana ratusan kepala keluarga mencari nafkah untuk keluarga mereka. Tak terkecuali para anak-anak ikut melakukan ‘nyanting’. mereka bermain sembari mencari uang untuk membantu orang tua, keperluan sekolah, atau sekedar jajan sehari-hari.

RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak pesisir menunjukkan gelas plastik yang sudah berisi timah
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak selesai ‘nyanting’
RAIS ABDILLAH/FAKTABERITA — Anak-anak berlarian ke lokasi tungau

Aktifitas menambang timah memang selalu memiliki sisi dilematis bak dua sisi pisau yang berbeda, antara aturan dan isi perut. Mirisnya lagi, aktifitas ini ikut dilakukan oleh anak-anak yang kian kemari menjadi momok yang tidak tabu lagi bahkan lumrah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *