FOTO: Kala Pejuang Rupiah Bertahan di Tengah Terjangan Corona

  • Whatsapp
Foto: Rais/Faberta

PANGKALPINANG, FABERTA — Para pejuang rupiah kini tak ada lagi pilihan selain bertahan kala diterjang gelombang corona yang tak berkesudahan. Realitas memaksa mereka terus beraktivitas di ruang gerak dan kondisi yang serba terbatas.

Bacaan Lainnya

 

Harapan agar hantaman corona berlalu pasti ada, tapi sepertinya pejuang rupiah bosan, kini mereka mulai terbiasa dengan kehidupan yang susah. Sekarang bukan lagi waktunya untuk berkeluh kesah. Apalagi, berharap uluran tangan manusia yang berlaga seperti dewa.

Dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, nampaknya corona makin dimanja. Tak peduli pejuang rupiah kelas bawah kian resah dengan kondisi jauh dari kata bahagia.

Aturan pembatasan demi pembatasan lagi-lagi dibilang solusi untuk menepikan corona. Alasannya mencegah, tapi ternyata hanya membuat celah jatuh dibawah nestapa. Tak peduli anak-anak pejuang rupiah mau makan apa, gabah? atau harus berpuasa?

Pejuang rupiah makin lelah, tak ada ruang untuk menumpuk asa. Hanya para mafia yang merasa gagah, usaha berkedok lawan corona kian meraup laba demi menumpuk harta benda. Kala pejuang rupiah gelisah, mereka justru senyum semringah. Aneh!

Beri pejuang rupiah solusi tanpa embel-embel yang ujungnya hanya bikin putus asa. Berharap pada penguasa rasa-rasanya percuma. Mereka hanya mementingkan kelompoknya semata. Tak peduli rakyat bicara apa.

Inilah potret negeriku tercinta. Kaya sumber alamnya, berlimpah manusinya, hebat mimpinya, tapi nol realisasinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *