FOTO: Kondisi Barang Berkah Mart, dari Kadaluarsa Hingga Berkutu

  • Whatsapp
Foto barang kadaluarsa di Berkah Mart hasil telusuran faktaberita.co.id. (foto:Januar/Faberta)

BABEL, FABERTA — Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur mengatakan kalau pihaknya sudah melakukan sidak beberapa Berkah Mart dan menemukan banyak sekali barang-barang dagangan yang sudah kadaluarsa dan tidak layak jual.

Memastikan penyataan tersebut, Faktaberita.co.id mencoba menelusuri ke lapangan guna melihat secara langsung kondisi barang-barang yang ada di dalam Berkah Mart baik itu yang bekerja sama dengan BUMD maupun mandiri.

Di Desa Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru. Ronal selaku Sekretaris Desa sekaligus Sekretaris BUMDes mengatakan, kalau sekarang kondisi Berkah Mart pihaknya tutup dengan beberap sebab. Diantaranya barang yang dikirim tidak sesuai dengan permintaan serta harga yang tinggi.

“Kami Berkah Mart yang bekerjasama dengan BUMD, sebab itu setelah mendapat bantuan dari Pemprov Babel, kami langsung menyetor ke pihak BUMD sebesar 60 juta untuk suplai barang, namun saat realisasinya, barang toko malah dikirim secara bertahap, bahkan banyak barang yang datang tidak sesuai dengan permintan kami, yang lebih parah pernah kami dikirim beras tanpa merk oleh distributor,” ucap Ronal.

Selain itu, dikatakan ronal, harga ambil dari distributor lebih mahal dibanding toko biasa, ditambah barang yang dikirim masa kadaluarsanya tidak lama lagi, alhasil Berkah Mart Desa Benteng hanya bertahan tiga bulan. pihaknya pun membuat langkah antisipasi dengan menjual rugi seluruh barang sebelum masa kadaluarsa lewat.

Senada dengan Ronal, salah satu anggota BUMDes di salah satu desa di Kecamatan Namang yang tidak mau disebutkan namannya mengatakan kalau, Berkah Mart yang ia kelola malah banyak dikirim barang-barang yang mendekati kadaluarsa, bahkan beras kiriman distributor tak lama dikirim sudah dipenuhi kutu.

“Barang-barang yang dikirim banyak mendekati tanggal kadaluarsa, beras juga banyak kutu, belum ditambah harga yang lebih mahal 500-1000 rupiah dibanding toko kelontong lain, kalau seperti ini mana bisa Berkah Mart bertahan lama,” ucapnya saat ditemui di kantor desa.

Lalu, Direktur BUMDes Batu Belubang, Syamsiar mengatakan, kalau pihaknya sudah menerima informasi kalau banyak Berkah Mart tang kerjasama dengan BUMD mengalami kolaps sehingga pihaknya memutuskan untuk tidak MoU dengan BUMD dan menempuh jalur mandiri.

“Kami BUMDes Batu Belubang yang menerima bantuan tahap kedua sudah mendengan kabar dari BUMDes lainnya yang bekerjasama dengan BUMD kalau barang kiriman dari distributor banyak bermasalah sehingga kami memutuskan untuk tidak kerjasama dengan BUMD,” ujar Syamsiar.

Kendati Berkah Mart yang ia kelola ikut kolaps, namun ia mengklaim kalau Berkah Mart Desa Batu Belubang tutup karena ada beberapa toko agen buka tak jauh dari Berkah Mart, yang menawarkan harga yang lebih murah.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Belubang, ibu Dasih mengatakan, memang pihaknya yang menerima uang bantuan 100 juta untuk Berkah Mart, namun itu hanya bersifat numpang lewat saja. Usai dikirim melalui rekening Pemdes, pihaknya langsung memberikan utuh kepada pengelola yakni BUMDes.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *