INTERNASIONAL, FABERTA — Produsen sepatu olahraga asal Amerika Serikat (AS) Nike terancam kehabisan stok lantaran terhambatnya produksi dan distribusi akibat merebaknya pandemi Covid-19. Pasalnya, pabrik yang sebagian besar berada di Vietnam harus ditutup karena ledakan sebaran wabah.
Direktur Keuangan Nike, Matt Friend menjelaskan kondisi kian diperburuk dengan adanya kebijakan karantrina wilayah (lockdown) yang membuat proses pengiriman semakin lama.
“Masalah-masalah tersebut adalah akibat dari penutupan pabrik secara paksa di satu sisi dan keterlambatan di sektor transportasi. Sebagian besar produksinya berasal dari Vietnam, dan di sana pabriknya masih tutup karena corona,” kata Matt dilansir dari retaildetail.eu, Sabtu (25/9/2021).
Matt menjelaskan, sebagian lainnya produksi berada di Indonesia. Meskipun kebijakan industri mulai dilonggaran, namun kapasitas produksinya tak sebanyak di Vietnam. Sehingga tidak memenuhi kebutuhan secara global.
Dia menambahkan, kondisi itu diperkirakan akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Dari sisi transportasi logistik, perseroan mengalami peningkatan biaya sebesar dua kali lipat karena penundaan di pelabuhan dan kekurangan kontainer serta personel.
“Kombinasi kedua faktor tersebut akan menyebabkan kekurangan stok pada trimester berikutnya,” kata dia.
Lebih lanjut, Matt menjelaskan, wabah yang merebak hampir dua tahun akan memangkas pertumbuhan kinerja perusahaan. Dia menyebut perusahaan memperkirakan penjualan akan merosit 5 persen jika penyebaran wabah tak kunjung selesai.
“Sebelumnya, kami mengharapkan peningkatan penjualan 10 hingga 15 persen di akhir 2021,” pungkasnya.



















