Gawat! Covid-19 di Babar Makin Tak Terkendali, PPKM Mikro Bakal Dievaluasi

  • Whatsapp

MUNTOK, FABERTA — Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma menyebutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang diterapkan di sejumlah wilayah termasuk di RT 03 RW 01 dusun VI, Pait Jaya, desa Belo Laut, kecamatan Muntok bakal dievaluasi.

Namun, dijelaskan Putra, evaluasi tersebut masih menunggu hasil swab massal bagi 230 warga dusun Pait Jaya dari Labkesda Provinsi.

Bacaan Lainnya

“Jadi memang tidak ada cara dan upaya lain untuk mencegah transmisi penularan ini dengan patuh menggunakan masker, mengurangi mobilitas dan membatasi aktivitas diluar untuk sementara waktu. Soal perpanjangan PPKM Mikro, kita masih menunggu hasil swab dari Labkesda, kita lihat dulu persentase seperti apa, kita tidak bisa mengira – ngira. Tapi paling tidak skenarionya sudah disiapkan Satgas untuk itu,” kata Putra di Muntok.

Seperti diketahui, belakangan kasus Covid-19, penyakit yang disebabkan virus SARS-Cov-2 di wilayah Kabupaten Bangka Barat semakin tak terkendali.

Lonjakan penambahan kasus harian yang masih saja terus terjadi dan tidak diimbangi angka kesembuhan signifikan semakin meneguhkan anggapan sebagian masyarakat yang menyebut Babar bisa saja jadi episentrum covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tingginya lonjakan kasus makin menyulitkan Satgas Covid – 19 untuk memulihkan Bumi Sejiran Setason kembali ke zona hijau.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat hari ini, Jumat (15/7/2021), terdapat penambahan kasus positif sebanyak 53 orang.

Angka tersebut berasal dari Kecamatan Muntok 47 orang, dan Simpang Teritip 6 orang.

Sementara angka kesembuhan bertambah 18 orang, dan pasien yang masih menjalani isolasi kini berjumlah 426 orang.

Sedangkan total kasus positif Covid – 19 di Bangka Barat hingga hari ini sudah berada pada angka 3.120 dengan rincian, 426 isolasi, 2.644 sembuh dan 50 orang meninggal dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *