Gelar Pelatihan E- Learning dan Game K3, ILO bersama Kemenaker Ingin Masyarakat Melek Teknologi 

Foto: istimewa

JAKARTA, FAKTABERITA — Dalam menghadapi dunia yang serba digital, kita dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan – perkembangan teknologi yang ada. Berbagai pekerjaan di masa depan tentu tidak akan sama dengan pekerjaan yang berkembang saat ini. Untuk itu, ILO hadir bersama Kemenaker untuk menyelenggarakan Pelatihan E-Learning dan Game K3 di Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh, (29/7/2022).

Kegiatan ini sebagai upaya untuk mendorong mahasiswa ataupun masyarakat yang berada di usia produktif agar mampu memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, karena pekerjaan di masa depan akan sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi.

Manajer Proyek ILO, Abdul Hakim menyebutkan setidaknya ada empat hal yang tidak bisa dipisahkan antara pekerjaan masa depan dan teknologi.

“Pekerjaan – pekerjan masa depan tidak pernah lepas dari empat hal yang terkait dengan Penggunaan Teknologi yang makin kuat seperti artificial intelligence, internet of things, nanotechnology, otomasi, robotisasi,” ujar Abdul Hakim dari keterangan yang diterima.

Yang kedua, masih kata Abdul, bahwa gender dan demografi persaingan laki-laki dan perempuan serta pekerja tua dan muda akan semakin ketat. Lalu menguatnya green economy dan semakin banyak kerja platform transportasi, kuliner, dan lain sebagainya.

Dia menambahkan, bahwa masyarakat Indonesia khususnya yang berada pada usia produktif kerja harus memiliki pengetahuan terkait perkembangan teknologi agar lebih mudah dalam melakukan adaptasi pada dunia kerja yang akan mendatang.

“Memahami teknologi itu penting, tanpa ada pengetahuan terkait teknologi maka akan susah sekali untuk terlibat masuk ke dalam dunia kerja masa depan,” tegasnya.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Bina Peningkatan Produktifitas Kemenaker RI, Ghazmahadi mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei membuktikan bahwa perkembangan teknologi yang paling menonjol saat ini adalah telekomunikasi, karena semua orang menggunakannya di tiap – tiap sektor. Akan tetapi perkembangan tersebut tidak diiringi dengan pemanfaatan yang baik.

“Hasil survei saat ini menyatakan bahwa perkembangan digitalisasi belum termanfaatkan dengan baik, khususnya dikalangan pelajar dan mahasiswa. Banyak yang menggunakan handphone dengan teknologi canggih tetapi tidak dimanfaatkan untuk peningkatan kreatifitas dan produktifitas, hanya dimanfaatkan untuk scrolling, foto – foto dan lainnya. Sehingga Ketika masuk ke dunia kerja menjadi buta terhadap perkembangan digitalisasi dan tidak mampu bersaing di ranah nasion,” ujar Ghazmahadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.