BANGKA TENGAH, FABERTA — Anggota Komisi II DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi mengatakan, kendati geliat investasi budidaya udang vaname memperlihatkan geliat pertumbuhan di Bangka Tengah, namun begitu belum mampu memberikan dampak positif bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan geliat potensi budidaya udang vaname ini, Apri mengajak Pemkab Bangka Tengah lebih mencermati dengan lebih kreatif dan berani dalam melihat fenomena ini untuk meningkatkan PAD.
“Pertama, kami menyambut baik geliat investasi udang vaname di Bangka Tengah, namun kiranya pihak Pemkab pun dapat melihat ini secara utuh dan menyeluruh, seperti diantaranya potensi PAD, serapan tenaga kerja lokal hingga ancaman degradasi lingkungan hidup,” ucap Apri kepada faktaberita.co.id, Rabu (21/7/2021).
Potensi PAD yang dimaksudkan Apri adalah berkenaan dengan tarif PBB secara kluster dikawasan budidaya. Ia menegaskan jangan sampai kehadiran investasi tambak udang vaname ini justru tidak memberikan kontribusi positif bagi peningkatan PAD di Bangka Tengah.
“Secara ruang fiskal, Bangka Tengah saat ini sangat membutuhkan sumber PAD baru, hal ini dikarenakan terjadinya perlambatan capaian PAD di Bangka Tengah beberapa tahun terakhir, apalagi dikondisi pandemi seperti ini, kiranya pihak swasta pun dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi pembangunan di Bangka Tengah,” terang Apri.
Kata Apri, pihaknya sangat mendukung langkah kemudahan investasi yang dilakukan eksekutif, namun bukan berarti dalam kebijakanya nilai NJOP tambak vaname disamakan dengan NJOP perumahan.
“Kami mendukung kebijakan kemudahan investasi, namun Pemkab juga harus jeli untuk meningkan PAD, seharunya ada klusterisasi untuk kawasan industri NJOP-nya disesuaikan, jangan malah disamakan dengan NJOP rumah warga,” ungkap Apri.
Dikarenakan fostur APBD Bangka Tengah saat ini masih sangat bergantung kepada transfer pusat. Legislator Bateng dari fraksi PPP ini mendorong eksekutif untuk lebih berani lagi melihat potensi PAD yang ada ini, apalagi Bangka Tengah telah memiliki Perda RPIK (Rencana Pembangunan Industri Kabupaten) Bangka Tengah 2020-2040, termasuk pemberdayaan tenaga kerja lokal secara maksimal dan pemantauan kualitas lingkungan hidup.
“Potensi ini harus bisa termanfaatkan secara seimbang mengingat ada ancaman degradasi lingkungan hidup akibat vaname syndrom ini seperti mulai dari limbah, polusi udara hingga bentang alam ruang hijau yang semakin tergerus,” ucapnya. (Faisal)



















