Gulung Tikar! Berkah Mart Andalan Gubernur Sudah Habiskan Anggaran 21,3 Milyar

  • Whatsapp
Berkah Mart (Ist)

BABEL, FABERTA — Keberadaan Berkah Mart program Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinilai belum mampu secara signifikan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa-desa.

Hal ini terlihat dari banyaknya outlet Berkah Mart pantauan faktaberita.co.id yang kolaps dan lama tak beroperasi.

Padahal, Pemprov Bangka Belitung sudah megucurkan anggaran bantuna besar untuk merealisasikan program tersebut dimana setiap desa mendapatkan bantuan sebesar 100 juta untuk pengembangan Berkah Mart yang tersebar di enam kabupaten.

Berdasarkan informasi yang didapat, perkiraan perincian bantuan Rp 100 juta tersebut terdiri dari Rp 60 juta untuk pembelian barang-barang dagangan, Rp 30 juta untuk pengadaan aset seperti lemari, rak dagangan, dan lainnya, serta sisa Rp 10 juta untuk aset seperti pengadaan, mesin kasir, laptop dan semacamnya.

Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa, Hardadi mengatakan, program Berkah Mart BUMDes ini sudah berlangsung sejak 2018 dan ada 213 dari 309 desa yang menerima bantuan dengan masing-masing desa menerima bantuan Rp 100 juta dari Provinsi, jadi jika ditotalkan sebesar 21,3 Milyar.

“Program ini diharapkan bisa menjadi distributor tingkat desa dengan mengakomodir ketersediaan bahan pangan dan rumah tangga bisa lebih murah, namun kenyaatan justru banyak yang gulung tikar,” ujar Hardadi di kantor PMD Provinsi Kepualauan Bangka Belitung, Rabu (16/6/2021).

Ia manerangkan pihaknya memantau langsung dan menemukan beberapa masalah yang diindikasikan menjadi penyebab banyaknya Berkah Mart yang gulung tikar, di antaranya seperti faktor SDM dan distribusi.

“Kami melihat faktor SDM dan distribusi barang yang masih kurang. Masih banyak dari pihak desa yang kurang tepat dalam memilih distributor, sehingga harga jual barang cendrung tinggi,” ungkapnya.

Hardadi melanjutkan pihaknya akan terus mengkaji dan mengevaluasi program Bumdes ini, dan mengajak pihak Pemdes untuk segera mengaudit segala permasalahan dari program Bumdes ini.

“Pihak kami sedang mengevaluasi hal ini terkait permasalahan yang terjadi, dan kami berharap dari pihak Pemdes bisa mengaudit masalah yang ada di lapangan dan kita cari solusinya bersama,” ungkap Hardadi.

Diketahui sebelumnya, distributor tunggal Berkah Mart adalah Distribution Centre (DC) yang diresmikan langsung oleh Gubernur Erzaldi Rosman pada (21/2/2020) lalu.

DC yang merupakan distributor tunggal Berkah Mart beralamat di Jl. Air Mangkok No. 44, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang. (Januar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Mungkin karena ditunjung distributor tunggal, makanya harganya tidak bersaing. Dlm ilmu dagang siapa yg jual murah dan berkualitas itu yg banyak masyarakat cari.