Guna Pulihkan Ekonomi, RI Hanya Mampu Menanggung Defisit 5 Hingga 6 Persen

  • Whatsapp
Ilustrasi (ist)

NASIONAL, FABERTA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan imbas pandemi Covid-19 membuat negara berkembang seperti Indonesia hanya mampu menanggung defisit keuangan 5 hingga 6 persen guna memberikan stimulus ekonomi agar pertumbuhannya dapat bergerak lebih cepat.

Sementara, negara miskin di kisaran angka 2 persen. Beda halnya dengan negara maju yang berani menanggung defisit keuangan antara 15 hingga 20 persen.

Sekretaris Eksekutif Kemenko Perekonomian Raden Pardede mengatakan, semakin besar stimulus yang digelontorkan pemerintah maka penanganan wabah dan pemulihan ekonomi akan semakin cepat dilakukan. Kondisi ini pun tidak dapat dihindarkan oleh semua negara.

“Inilah sebetulnya yang membedakan pola pemulihan dunia yang karena negara yang kaya mampu memberikan stimulasi ekonomi 20 persen dari defisitnya itu,” kata Pardede dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu 7 Juli 2021.

Menurut dia, defisit Indonesia saat inj belum mampu melebihi dari angka 5 hingga persen. “Kalau dalam keadaan sekarang ini dikatakan bagaimana agar tidak naik (defisit kuangan)? Itu tidak bisa dan tidak ada rumusannya sekarang ini,” kata dia.

Pardede menambahkan, di tahun 2021 diperkirakan defisit keuangan Indonesia berada di level 5,3 hingga 5,7 persen. Pasalnya, pendapatan yang diterima negara menurun drastis dan diiringi dengan peningkatan pengeluaran yang tak dapat ditahan.

“Jadi kenaikan ini dilihat dari dua hal yaitu penerimaan pajak yang turun dan pada saat bersamaan pengeluran naik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *