Hardiknas 2026 di Bangka Barat: Tumbuhkan Harapan Lewat Tawa Anak di Perpustakaan Daerah

Memperingati Hardiknas 2026, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Disdikpora menggelar beragam kegiatan edukatif dan kreatif. Ist

BANGKA BARAT, FAKTA BERITA – Riuh tawa anak-anak memenuhi Gedung Perpustakaan Daerah Bangka Barat, Jumat (8/5/2026). Di balik keceriaan itu, tersimpan harapan besar tentang masa depan pendidikan yang tak lagi sekadar soal angka rapor, melainkan kebahagiaan belajar, keberanian bermimpi, dan kesiapan menghadapi dunia yang terus berubah.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menggelar beragam kegiatan edukatif dan kreatif.

Kegiatan ini melibatkan anak-anak PAUD, siswa SD hingga SMP, tenaga pendidik, serta masyarakat pendidikan se-Bangka Barat. Sejak pagi, suasana tampak semarak dengan berbagai aktivitas seperti lomba mewarnai, dongeng interaktif, pojok baca, pameran karya siswa, hingga unjuk bakat anak.

Rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikpora Bangka Barat, Teni Wahyuni, S.E. Ia menegaskan bahwa pendidikan masa kini harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.

“Hardiknas bukan sekadar seremonial. Ini momentum untuk mengingatkan bahwa tugas pendidikan adalah menumbuhkan kebahagiaan belajar. Anak harus berani bermimpi, tangguh menghadapi tantangan, dan tetap berakhlak,” ujar Teni di sela kegiatan.

Ia menambahkan, Disdikpora berkomitmen mendorong konsep Merdeka Belajar yang menyenangkan. Perpustakaan pun didorong menjadi ruang tumbuh, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.

“Kami ingin anak-anak mencintai buku, guru nyaman mengajar, dan orang tua terlibat aktif dalam proses pendidikan,” tambahnya.

Sejumlah guru pendamping mengapresiasi konsep peringatan Hardiknas tahun ini. Sari, guru PAUD dari Kecamatan Mentok, mengaku kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi tanpa tekanan.

“Anak-anak lebih lepas mengekspresikan diri. Tidak ada tekanan nilai, yang ada justru keceriaan. Ini yang membuat mereka semakin cinta sekolah,” ungkapnya.

Selain lomba dan pentas seni, Disdikpora juga menggelar talkshow pendidikan karakter bersama tokoh pendidikan lokal, serta penyerahan bantuan buku bacaan untuk mendukung pojok baca di sekolah.

Hardiknas 2026 di Bangka Barat mengusung semangat kolaborasi. Pendidikan tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekolah semata, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan generasi Bangka Barat yang cerdas, berkarakter, dan bahagia.

Pos terkait