Hati-hati! Masyarakat Diminta Tak Sebar Kartu Vaksin di Medsos, Ini Bahayanya

  • Whatsapp
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Foto: Rais

NASIONAL, FABERTA — Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal Halim menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menyebarkan data informasi diri, khususnya di media sosial. Mengingat, risiko kebocoran data melalui sistem digital terbilang sangat tinggi.

“Termasuk juga tidak usah mengupload data vaksinasi Covid-19 dan hasil tes PCR ke media sosial karena ini ada data-data pribadinya. Seperti di antaranya nama lengkap, nomor kartu tanda penduduk (KTP) dan alamat tempat tinggal,” kata Rizal melalui keterangan, Kamis (29/7/2021).

Bacaan Lainnya

Selain itu, Rizal juga meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) maupun pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan edukasi masyarakat.

Pasalnya, kata Rizal, lembaga-lembaga penting negara juga tak luput dari risiko peretasan yang dilakukan oleh oknum tertentu. Dia mencontohkan, markas besar Departemen Pertahana Amerika Serikat (AS) di Gedung Pentagon pun pernah mengalami peretasan. Bahkan, sepekan ini, BRI Life mengalami kebocoran data bahkan data tersebut dijualbelikan secara online.

Oleh karena itu, lanjut Rizal, pemerintah perlu mengantisipasi hal ini agar tak terulang kembali. Salah satu caranya yakni dengan cara mempercepat pengesahan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

“Jadi memang kalau bagaimana responsnya harus dicek dan ditelusuri persoalan kebocoran murni adalah satu persoalan teknikal atau masalah sistem di BRI Life ataukah itu kejahatan baik yang dilakukan eksternal maupun internal,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *