Hutan Produksi Bukit Sambung Giri Digerus Alat Berat, Kasat Reskrim Polres Bangka: Segera Kami Cek

  • Whatsapp
Keberadaan alat berat yang beraktivitas di kawasan HP Bukit Betung-Sambung Giri. (Foto: Januar)

BANGKA, FABERTA — Tambang timah ilegal leluasa beroperasi di Bukit Betung-Sambung Giri Desa Merawang, Kabupaten Bangka. Bukit yang masuk dalam kawasan Hutan Produksi (HP) itu dibabat oleh alat berat.

Hasil pantauan faktaberita.co.id, hampir 50 persen wilayah tersebut dalam kondisi kritis. Kawasan tersebut tampak malah diperuntukan untuk pertambangan dibandingkan sebagai Hutan Produksi (HP). Lemahnya pengawasan membuat tambang ilegal semakin tak terkendali.

Bahkan, diatas bukit ditemukan sejumlah alat berat di beberapa titik, dengan leluasa mengeruk dan memorakporandakan areal Bukit Betung-Sambung Giri sehingga rusak dengan material bebatuan terhampar dimana-mana, ditambah kolong yang manganga di bawah kaki bukit.

Disejumlah titik kaki bukit dibawah alat berat beraktivitas, terdapat puluhan pekerja tambang dari laki-laki hingga ibu-ibu dari masyarakat sekitar yang ikut mengambil timah dengan cara sederhana menggunakan mesin robin, kemudian dikumpulkan kedalam karung untuk dijual.

Warga yang ikut menambang disitu enggan untuk memprotes keberadaan tambang di kawasan HP Bukit Betung-Sambung Giri karena merasa ikut terbantu dengan adanya alat berat yang beroperasi menggali dan memecahkan material bebatuan.

Dikawasan tersebut berdiri dua papan plank yakni dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bidang Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, yang menyatakan kalau area tersebut merupakan kawasan Hutan Produksi, dimana disitu tertera pasal 69 ayat 1 UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang yang menyatakan bahwa setiap orang yang tidak menaati rencana tata ruang dapat dipidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta, kemudian Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bangka Belitung tahun 2014-2034 tentang pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang, baik yang dilengkapi izin atau tidak, akan dikenakan sanksi administratif, pidana pidana, sanksi perdata sesuai dengan ketentuang perundang-undangan.

Lalu satu lagi plang dari UPTD KPHP Sigambir Kotawaringin (Unit IV). Dalam plang tersebut tertera setiap orang dilarang menebang, merambah, membakar, atau menduduki kawasan hutan ini tanpa izin pejabat yang berwenang, dan siapa saya yang melanggar akan terancam pidana kurungan dan denda berdasarkan UU nomor 41 tahun 1999 dan UU nomor 18 tahun 2013.

Menerima informasi aktifitas tambang tersebut, melalui pesan whatsapp pada Kamis (2/9/2021) pukul 18.32 WIB, Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ayu Kusuma Ningrum mengatakan pihaknya akan segera cek info tersebut

“Nanti kami akan cek ya info terkait,” balas Kasat Rekrim.

Diketahui sebelumnya, aktivitas tambang di Bukit Betung-Sambung Giri sudah memakan korban jiwa. Seorang penambang warga Dusun 1, Desa Kimak, tewas tertimpa bongkahan batu saat menambang di kawasan tersebut pada Rabu (20/01/2021) lalu. (Fsl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *