IKM Olahan Umbi Porang Bakal Dapat Pendampingan Intens dari Kemenperin RI

Jokowi berkunjung ke pabrik pengolahan porang milik PT Asia Prima Konjac di Madiun, Jawa Timur siang tadi, Jumat (20/8) (Sumber foto: Instagram @jokowi/ist)

NASIONAL, FABERTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal mendampingi industri kecil dan menengah (IKM) olahan umbi porang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksinya. Upaya ini dilakukan setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan arahan terkait dengan komoditas porang yang ditargetkan akan menjadi komoditas unggulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta para petani mendapatkan nilai tambah dari komoditas yang ditanamnya. Pemerintah juga akan memberikan fasilitas penguatan teknologi dalam produksi agar lebih efisien.

Bacaan Lainnya

“Kami juga akan melakukan pendampingan IKM pengolahan porang, peningkatan teknologi dan kapasitas produksi, pengembangan produk turunan porang melalui pengembangan inovasi IKM, serta promosi melalui pameran, marketplace, link and match,” ujar Reni melalui keterangannya, Minggu (19/9/2021).

Menurutnya, porang merupakan komoditas ekspor yang saat ini sangat potensial untuk dikembangkan. Umbi porang mengandung glukomanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berfungsi sebagai bahan baku berbagai macam industri.

Dalam industri makanan, kata Reni, olahan porang dan ekstrak glukomanan selanjutnya digunakan dalam pembuatan mie shirataki, beras konyaku, pasta porang dan pengental. Lalu, pada industri kosmetik, porang juga digunakan dalam pembuatan pembersih wajah, masker wajah dan bahan pengisi, serta pengikat tablet.

“Olahan porang juga dapat digunakan dalam industri kimia untuk bahan pelapis (coating), perekat dan pembuatan kertas,” kata dia.

Reni menambahkan, dari sisi ekonomi nilainya pun terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Apalagi, keunggulan porang Indonesia tidak mengandung senyawa trimetilamin (TMA), sehingga tepung porang yang dihasilkan tidak berbau amis. Hal ini yang membuat porang Indonesia sangat diminati oleh pasar luar negeri.

“Permintaan global terhadap produk turunan umbi porang sangat tinggi, dengan pertumbuhan ekspor tahun 2020 mencapai sebesar 23,35%. Adapun tiga besar negara tujuan ekspor porang, yaitu China, Thailand dan Malaysia,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *