BANGKA TENGAH, FAKTA BERITA — Minimnya pelayanan Unit Gawat darurat (UGD) di sejumlah Puskemas yang ada di Kabupaten Bangka Tengah kembali menjadi sorotan. Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah Batianus, S.E., M.H. melakukan monitoring langsung ke Puskesmas Kecamatan Koba bersama pimpinan BPJS Kabupaten Bangka Tengah guna meninjau kondisi riil pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. Jumat (13/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul belum tersedianya layanan UGD 24 jam di Puskesmas Kecamatan Koba yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I). Hal ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi dan pengawasan terhadap kinerja pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan, yang seharusnya mampu menjadi garda terdepan pelayanan cepat, responsif, dan memadai bagi masyarakat.
Ketua DPRD Bangka Tengah Batianus mengatakan, selain persoalan layanan UGD, kondisi infrastruktur bangunan puskesmas juga memerlukan perhatian serius bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, untuk segera melakukan pembenahan sarana prasarana maupun sistem pelayanan kesehatan di puskesmas.
“Kalau melihat kondisi infrastruktur yang ada, perlu adanya pemeliharaan dan renovasi gedung Puskesmas Koba. Beberapa bagian bangunan terlihat mengalami kerusakan yang cukup berat,” kata Batianus saat melakukan peninjauan.
Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, dari hasil pengecekan langsung di lapangan ditemukan sejumlah kerusakan fisik pada bangunan puskesmas yang dinilai tidak layak dan sangat membahayakan.
“Beberapa di antaranya kita temukan dinding yang kotor dan kurang terawat, kaca jendela yang pecah, serta pintu ruangan yang mengalami kerusakan, yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan serta pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, kondisi tersebut harus menjadi perhatian dan perlu penanganan serius bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah untuk segera melakukan pembenahan.



















