Ini Alasan Ismail Yuhaidir Ingin Tapal Batas Puding-Labu Harus Pakai Cara Patok Alam

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Ismail Yuhaidir. Foto: Rais

PUDING BESAR, FABERTA — Saat menggelar Reses di Desa Puding Besar, Bangka, Jum’at (23/7/2021) kemarin. Anggota DPRD Ismail Yuhaidir turut membahas aspirasi masyarakat terkait tapal batas wilayah antara Puding dan Labu yang hingga kini belum menemui titik terang.

“Tapal batas itu pertama tetap kita berpatokan dengan undang-undang bahwa untuk menentukan tapal batas itu ada dua konsep. Pertama, partisipasi masyarakat yaitu saksi sejarah atau patok buatan bisa rel kereta api, jalan atau bikin beton. Kedua, kartu metrik. Kartu metrik itu dasarnya patok alam itu patokannya gunung, sungai, danau, pantai,” jelas Ismail kepada Faktaberita.co.id, Jum’at (23/7/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Namun, ia mewakili masyarakat puding berharap tapal batas antara Puding dan Labu menggunakan cara patok alam. Alasannya, pergeseran atau hilangnya tapal batas kemungkinan sangat kecil. Beda cerita, kata Ismail, jika menggunakan cara saksi sejarah berpotensi besar menimbulkan perdebatan di kemudian hari.

“Makanya kalau berdasarkan hukum dan undang-undang antara Puding dan Labu, tapal batasnya itu sungai. Karena sungai itu secara letak geografis kemungkinan bergeser itu sedikit. Jadi maunya masyarakat itu patok alam tadi, jadi jangan sampai hal ini menjadi konflik horizontal ke depannya,” kata Ismail.

“Saksi sejarah kan gak kuat, kalau pakai partisipasi masyarakat ketika mereka ga ada lagi di dunia ini otomatis itu (tapal batas_red) hilang. Yang pasti patokannya itu tadi kartu metrik tadi bahwa itu kemungkinan hilang patokannya kecil, itu yang masyarakat Puding ingin perjuangan tadi,” sambung Politisi PDIP tersebut.

Terkait hal tersebut juga, Ismail menambahkan, dirinya akan segera membangun komunikasi dan kordinasi dengan pihak terkait serta mengundang setiap perwakilan desa untuk bermusyawarah sebagai upaya penyelesaian persoalan tapal batas yang menjadi tuntutan masyarakat Puding.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *